Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Hari Biasa, Minggu Biasa XXXIV, “Masa Pembalasan”

November 28, 2019 | Bacaan & Renungan

Hari Biasa, Minggu Biasa XXXIV, “Masa pembalasan”, Kamis, 28 November 2019
Katarina Laboure, Yakobus dari Marka, Maria Hellena Stollenwerk

Bacaan Hari ini, Tahun Liturgi C

Bacaan I

Daniel 6:12-28

Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.” Lalu kata mereka kepada raja: “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.” Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!” Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!” Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?” Lalu kata Daniel kepada raja: “Ya raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.” Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.” Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Refren : Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Dan 3:68,69,70,71,72,73,74

– Pujilah Tuhan, hai embun dan salju membadai.
– Pujilah Tuhan, hai es dan udara dingin,
– Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju,
– Pujilah Tuhan, hai siang dan malam,
– Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan,
– Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan kemawan,
– Biarlah bumi memuji Tuhan,

Bait Pengantar Injil

Luk 21:28
Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:20-28

“Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Renungan

Sebab itulah masa pembalasan

Runtuhnya Yerusalem sudah diramalkan dan akhir zaman juga dinubuatkan. Keruntuhan kota adalah sebuah peristiwa yang dekat waktunya, sedangkan akhir zaman sampai sekarang masih ditunggu datangnya. Ada kemiripan pada kedua peristiwa ini, karena kedua-duanya adalah masa pembalasan.

Pembalasan karena pembunuhan Putera Allah

Yesus menangisi bakal keruntuhan Yerusalem, karena sudah melewatkan saat rahmat, kunjungan Tuhan kepada umat-Nya. Ia menyebut diri-Nya “kayu hidup”, ketika Ia dibawa ke penyaliban, lalu “apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?” (Luk 23:31). Sejarah mencatat dahsyatnya pembalasan yang dilakukan kan tentara Romawi terhadap penduduk Yerusalem, kota dan masyarakatnya yang dihancurkan, setelah lama bertahan dalam pengepungan di tahun 70. Di waktu itu “akan genap semua yang ada tertulis” (ayat 21). “Akan datang harinya, di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain : semua akan diruntuhkan” (ayat 6). Namun yang terjadi pada kota Yerusalem, itu tidak-lah seberapa, kalau orang bisa melihat apa yang terjadi pada jiwa, yang menutup diri, yang menolak Tuhan. Dijungkir-balikkan jiwa dan hidup, yang kehilangan Tuhan sebagai dasarnya : betapa hebatnya “reruntuhan” di dalam hati jiwa orang itu!

Pembalasan pada akhir zaman

Reruntuhan tidak lagi terbatas pada benteng dan bangunan, tetapi “akan ada tanda-tanda pada matahari dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut” (ayat 25) kuasa-kuasa langit akan guncang (ayat 26). Tenaga atom sudah dahsyat! Tetapi apa yang akan terjadi, kalau tidak hanya bumi yang binasa, melainkan seluruh alam raya yang di tunggang-balikkan? Lalu bukan lagi kekuatan alam, yang dikendalikan oleh manusia yang berbicara, melainkan kekuatan di luar alam, yang mengatasi dunia dan manusia, mengakhiri segala zaman. Yang mengawali bangunan alam semesta dapat juga mengakhirinya. “Pada waktu itu orang akan melihat Sang Putera Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya”. Ini masa pembalasan dalam pengadilan alam semesta dan segala orang, di mana hati sanubari manusia akan dibuka di hadapan sang terang, yang menyinari segala.

Berkah Dalem.

Related For Hari Biasa, Minggu Biasa XXXIV, “Masa Pembalasan”