Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Hari Biasa, Minggu Biasa XXXIV, “Penjala Manusia”

November 30, 2019 | Bacaan & Renungan

Hari Biasa, Minggu Biasa XXXIV, “Penjala Manusia”, Sabtu, 30-11-2019
Pesta St. Andreas

Bacaan Hari ini, Tahun Liturgi C

Bacaan Pertama

Surat Paulus kepada Jemaat di Roma 10:9-18

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Refr. Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.

Mzm 19:2-5
– Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
– Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil

Mat 4:19
Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 4:18-22

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan

Hari ini, 30 November kita merayakan pesta Santo Andreas, Rasul. Dalam bahasa Yunani; Andreas berarti “gagah perkasa atau sang pemberani”. Sesuai dengan namanya ia tampil sebagai pribadi yang murah hati, siap menolong, terbuka dan bersemangat. Dia adalah saudara Simon Petrus, dan Yunus adalah ayah mereka, mereka berasal dari Betsaida (Mat 16:17). Pada mulanya ia murid Yohanes Pembaptis dan berteman dengan Yohanes orang Betsaida yang nantinya juga menjadi salah seorang Rasul. Mereka berdualah yang pertama berjumpa dengan Yesus ketika diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis sebagai “Anak Domba Allah” (Yoh 1: 36). Tertarik karena mendengar gelar Yesus sebagai “Anak Domba Allah” maka Andreas bersama Yohanes mengikuti Yesus. Yesus bertanya kepada mereka, “Apakah yang kamu cari?” Mereka menjawab, “Rabi, di manakah Engkau tinggal?” Dan Yesus menjawab mereka, “Marilah dan kamu akan melihatnya. Mereka pun pergi, melihat dan tinggal bersamaNya” (Yoh 1: 38-39). Ternyata mereka berdua bukan hanya tinggal dan nyaman bersama Yesus. Andreas pergi dan bertemu dengan saudaranya Simon Petrus. Ia mengakui imannya di depan saudaranya: “Kami telah menemukan Mesias, Kristus. Dan Andreas membawa saudaranya kepada Yesus” (Yoh 1:41-42).

Dari segi urutan nama-nama yang dipanggil Yesus, Andreas selalu menempati urutan ke empat setelah: Petrus, Yakobus dan Yohanes (Mark 3:18; Mat 10:2; Luk 6:14 dan Kis 1:13). Meskipun namanya berarti pemberani namun Andreas adalah Rasul yang lebih diam dan tenang dibandingkan dengan saudaranya Petrus. Dia memiliki gaya tersendiri dalam mengikuti Yesus. Misalnya, Dia adalah rasul yang bertanya secara pribadi kepada Yesus tentang hancurnya Bait Allah dan akhir zaman (Mrk 13:3-4). Ketika Yesus menggandakan roti dan ikan, Andreaslah yang membawa seorang anak dan menyampaikan kepada Yesus bahwa ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ekor ikan (Yoh 6:9). Ketika orang-orang Yunani mau bertemu dengan Yesus, di sana Philipus dan Andreas hadir (Yoh 12:20-22). Setelah Yesus wafat, Andreas mewartakan Injil di Rusia dan Yunani. Di Patras, Ia di salibkan dengan salib berbentuk X .

Mengenang Santu Andreas membuat kita belajar banyak dari kehidupannya: Pertama, Keberaniannya sebagai misionaris sejati untuk memperkenalkan Yesus, mulai dari ajakannya kepada Petrus saudaranya sampai orang-orang kafir. Apakah kita juga menyerupai Andreas dengan mewartakan Injil dan kasih Tuhan di dalam keluarga? Kedua, kepekaan dalam hidup bersama dengan para rasul sebagaimana dicontohkan dalam mujizat penggandaan roti. Apakah kita peka terhadap kebutuhan sesama atau kita mati rasa dan tertutup untuk diri kita sendiri? Ketiga, Kesetiaan bersama Yesus selamanya sampai menjadi martir. Apa pun panggilan kita, kita harus menunjukkan kesetian kepada Tuhan yang telah memanggil. Ketiga hal ini sebenarnya meringkas apa yang diungkapkan dalam Injil: “penjala manusia”.

Penjala manusia.

Yesus yang mempunyai kuasa di atas alam semesta dan segala makhluk, membawa misteri yang tak terselami pada pribadi-Nya. Dia mempunyai jalan dan pemikiran yang jauh lebih tinggi, di mana manusia tidak mengerti dan sulit mengerti, yang pada akhirnya hanya bisa menyerahkan diri tanpa bertanya lagi. Ini yang dialami oleh Andreas dan Simon Petrus, serta bersaudara Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus. Kesimpulan yang mereka tarik, tidak lagi didasarkan perhitungan pemikiran logika, tetapi atas pemikiran yang dari hati. Mereka percaya pada pribadi Yesus, yang lebih besar melebihi semua, dan seorang yang bisa berkata menjamin masa depan, yang akan Ia ubah menurut rencana-Nya dengan menggunakan orang-orang yang dipilih-nya sendiri, menurut yang dikehendaki-Nya : “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia”. Dan para murid, pada akhirnya menentukan nasib hidup mereka, dengan meninggalkan segala sesuatunya dan mengikuti Dia.

Berkah Dalem.

Related For Hari Biasa, Minggu Biasa XXXIV, “Penjala Manusia”