Info dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian dan Info Seputar Katolik

Menu

Hari Biasa, Minggu III Paskah, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

May 2, 2020 | Bacaan & Renungan

Kalender Liturgi, Hari Biasa, Minggu III Paskah, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Sabtu, 2 Mei 2020
PW St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan I

Pembacaan dari Kisah Para Rasul 9:31-42

Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita?dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: “Segeralah datang ke tempat kami.” Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Refr. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku?

Mzm 116:12-13.14-15.16-17
– Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
– Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
– Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu! Engkau telah melepaskan belengguku Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan.

Bait Pengantar Injil

Refr. Alleluya, Alleluya, Alleluya

Yoh 6:63b.68b
Perkataan-perkataan-Mu adalah roh dan hidup. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:60-69

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Renungan.

Apakah kamu tidak mau pergi juga?

Itu kata-kata Yesus yang bermakna sangat dalam, ketika Dia mempertanyakannya kepada Petrus karena para murid banyak yang bersungut-sungut dan kemudian pergi. Yesus tidak mengurangi suatu titik pun dari hukum dan nubuat para nabi. Ia tidak mengubah sabda dan janji, yang di bawa-Nya dari Bapa untuk manusia. Semua manusia boleh saja menolak tetapi Sabda Tuhan tetap benar dan akan terus berlangsung.

Ajaran Ekaristi itu adalah sebuah ajaran yang sangat berat, karena merupakan curahan cinta kasih Allah. Sementara ajaran buatan manusia itu biasanya gampang karena tidak melampaui pemikiran orang, dapat dengan mudah dibandingkan dengan pemikiran dan buatan orang lain, sangat sederhana, dan sangat mudah ditangkap oleh logika manusia. Tetapi sesuatu yang dari alam dan dari hidup ciptaan Tuhan, biar pun baik, benar, nyata, namun biasanya tidak begitu sederhana. Pemberian Tuhan yang khas; seperti Ekaristi, itu tidak lagi ada bandingannya, tidak bisa dijelaskan dengan rumus manusia, dengan cara berpikir manusia, dan perhitungan logika manusia. Pikiran manusia harus tunduk dan menyerah, serta mengikuti pernyataan yang “unik”, yang hanya sekali ini, sebagai pelimpahan cinta kasih Allah sampai sehabis-habisnya. Orang harus lebih percaya akan Tuhan dan menerima karunia-Nya daripada mempersoalkannya. Kebenaran Tuhan itu sangat tinggi, melebihi harapan dan perhitungan manusia. Kebenaran Tuhan tidak dapat dibatasi oleh kemampuan manusia berpikir atau kesanggupan manusia mengolah. Kebenaran itu menyelamatkan barang siapa yang menerimanya. Dan ketika orang menolak, bersungut-sungut dan pergi, Tuhan hanya bertanya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Berkah Dalem.

Bacaan Kitab Suci dan Renungan lainnya dapat dibaca di Bacaan & Renungan

Related For Hari Biasa, Minggu III Paskah, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”