Hari Raya St.Yusuf, Suami Santa Perawan Maria

  • infokatolik
  • Oct 20, 2024

Kalender Liturgi, Hari Biasa, Minggu III Pra Paskah, “Iman diam, Iman taat, yang tidak berbicara, langsung berbuat,” Kamis, 19 Maret 2020
HR St.Yusuf, Suami Santa Perawan Maria

Bacaan I

2Sam 7:4-5a.12-14a.16

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Refr. Anak cucunya akan lestari untuk selama-lamanya.

Mzm 89:2-3.4-5.27.29
– Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
– Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun.”
– Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku. Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.”

Bacaan II

Surat Paulus kepada Jemaat di Roma 4:13.16-18.22

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil

Refr. Alleluya, Alleluya

Mzm 84:5
Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 1:16.18-21.24a

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Renungan.

Kalau ada pewartaan kepada Maria tentang kelahiran Sang Putera Daud oleh kuasa Roh Kudus dalam dirinya, maka pada Yusuf ada juga pewartaan yang sejalan untuk menerima Maria sebagai isterinya, karena “yang ada dalam kandungannya adalah dari roh Kudus”.

Maria dinubuatkan oleh Simeon bakal menderita demi Putera-Nya dan ini terutama pada akhir hidup-Nya di kayu salib. Sementara Yusuf harus menderita karena Yesus, sebelum dilahirkannya, untuk melindungi misteri yang sedang terjadi dalam rahim Maria, dan menjaga nama baiknya. Misteri reinkarnasi atau penjelmaan menuntut iman, yang mengingkari semua pemikiran manusia, dan berpasrah pada pemikiran dan jalan Tuhan, yang tak terduga dan menentang segala kepastian manusia. Dasar penyerahan diri itu hanya pada sabda Tuhan, yang meneguhkan “Jangan takut”. Selama orang hanya mengikuti pemikirannya sendiri, akan ada unsur ketidakpastian yang akan membuat was-was, yang mungkin jauh diluar perhitungan. Tetapi sabda, perhitungan dan kepastian Tuhan dapat diandalkan, itulah dasar yang membuat Yusuf percaya dan berbuat seperti yang diperintahkan malaikat.

Apa yang dilihat Yusuf pada Maria, adalah seperti yang dilihat tetangga, namun yang dialami Maria sendiri merupakan sebuah misteri, dan ketika Yusuf dalam keputusannya semula dengan maksud “menceraikan Maria secara diam-diam” merupakan keputusan dari cara pandang mata manusia. Yusuf adalah orang kedua setelah Maria yang mempercayai sebuah misteri penjelmaan, dan dia bakal menjadi kepala keluarga kudus.
Ketika Allah masuk dalam dunia dan mengenakan tubuh dan kodrat manusia, “penampakan Tuhan terselubung”, mata dan pikiran manusia tidak dapat menangkapnya. Tetapi orang beriman menanggapi karya Cinta dan belas kasih Tuhan dengan percaya, dan penyerahan diri dalam ketaatan. Iman Yusuf itu iman diam, iman taat, yang tidak berbicara, langsung berbuat. Satu perintah malaikat setiap kali cukup untuk Yusuf berbuat taat, karena ia beriman, dan dalam setiap bimbingan Tuhan langkahnya adalah langkah percaya.

Berkah Dalem.

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian lainnya dapat dibaca di Bacaan & Renungan

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *