Jalan Salib 2023

  • infokatolik
  • Mar 22, 2024
Jalan Salib 2023

Jalan Salib 2023

Infokatolik.id – Jika Anda Menginginkan Dalam Format PDF, Silahkan Isi https://forms.gle/MNM1jh2t1awWMt9J6 Nanti akan kami kirimkan melalui Whatsapp Kepada Anda

Jalan Salib 2023

AKSI PUASA PEMBANGUNAN 2023

JALAN SALIB UMUM Tahun 2023

PERAN SERTA KITA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA

Disusun oleh:
Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta Bekerjasama dengan
Komisi PSE/APP-KAJ
Jl. Katedral no. 7, Jakarta 10710

 

Daftar Isi

1) Daftar Isi ………………………………………………………………………….2

2) Kata Pengantar …………………………………………………………………..3

3) Beberapa Petunjuk Praktis …………………………………………………….4

4) Nyanyian Jalan Salib…………………………………………………………….5

5) Ibadat Jalan Salib ……………………………………………………………….6

6) Penutup…………………………………………………………………………..21

 

Kata Pengantar

Tema Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta tahun 2023 adalah kesejahteraan bersama atau sering disebut dengan bonum commune. Gerakan untuk memajukan kesejahteraan bersama ini harus menjadi kesinambungan dari gerakan penghormatan martabat manusia yang kita upayakan bersama pada tahun sebelumnya.

Kita, umat Allah (Gereja), dipanggil untuk melaksanakan perutusan dan bertanggung jawab atas perkembangan dan keselamatan sesama dengan berperan aktif mengupayakan kesejahteraan bersama.
Spirit dari gerakan kesejahteraan bersama ini adalah untuk menghadirkan Tahun Rahmat Tuhan di mana segala sesuatu kembali menjadi baik adanya sebagaimana awal dunia Tuhan menciptakan.

Bonum commune hendaknya menjadi misi bagi komunitas kristiani lewat keterlibatan aktif dalam mencari alternatif penyelesaian masalah-masalah publik yang kita lakukan dalam renungan selama masa Prapaskah ini. Keterlibatan ini bersumber pada spiritualitas Ekaristi dan iman akan Allah Tritunggal.

Selamat menjalankan masa Prapaskah. Tuhan memberkati.

 

Beberapa Petunjuk Praktis :

Petugas Jalan Salib :

  • Pemimpin (bisa dua orang, dapat juga melibatkan lektor untuk membaca bagian renungan)
  • Putra Altar
  • Organis dan Dirigen/SolisTata gerak (sejauh tempat memungkinkan)
  • Nyanyian antar perhentian dibawakan sambil berdiri / berjalan.
  • Dialog “Kami menyembah Dikau…” dibawakan sambil berlutut.
  • Selama mendengarkan renungan, umat berdiri.
  • Waktu Pemimpin (P) membawakan doa, umat berdiri.Suasana
  • Hendaknya dijaga agar suasana meditatif dan kontemplatif sepanjang ibadat
  • Hendaknya pelayan membacakan/membawakan renungan / doa dengan tenang dan khusuk.
  • Selama renungan dibacakan, disarankan agar umat berkontemplasi pada gambar jalan salib daripada membaca buku.Tata Ruang dan Musik Pengiring
  • Suara renungan dan doa lebih diperhatikan agar dapat didengarkan dengan jelas dan baik oleh semua umat.
  • Volume musik pengiring disesuaikan dan hendaknya bisa membawa umat berkonsentrasi dan masuk dalam suasana meditatif dan kontemplatif.

 

Nyanyian (pilih salah satu) LAGU 1 do=g 2/4 (PS 201)

12|3 2|35|43 | Ma- ri ki- ta me- re- nung-kan

32|1 7|67|65 | Ye- sus yang men- ja- di kur-ban

2 1|2 3|2 1|1 .|| Kar’ na cin- ta ka- sih- Nya

Syair : Tim PS KWI 1992, Lagu : Köln 1638, Stabat mater dolorosa (disederhanakan)

LAGU 2 do=g 2/4 (PS 202)

12|33|45|33| Ma – ri ki- ta me- re nung-kan

5 5|4 4|3234|2 2| Ye- sus yang men- ja- di kur- ban

1 2 | 3 4 3 | 2 2 | 1 . || Kar’ na cin- ta ka- sih- Nya

Syair : Tim PS KWI 1992, Lagu : Proprium II 1968

LAGU 3 la=d 2/4 4/4 (PS 203)

32|13|54|3.|2.| Ma-ri ki- ta me- re nung- kan

33|43|65|4.|3.| Ye-sus yang menja- di kur- ban

42|1 1|77|6.|| Kar’ na cin- ta ka- sih- Nya

Syair : Tim PS KWI 1992, Lagu : G. de Bruijn

 

L Selamat pagi / siang / sore / malam bapak/ibu, saudara-saudari terkasih. Selamat datang di gereja / kapel ……
Marilah kita siapkan hati, pikiran dan fisik kita agar kita mampu merenungkan Kisah Sengsara Tuhan kita, Yesus Kristus. Kita awali dengan lagu pembuka …..

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam

P Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus U Amin
P Semoga Tuhan beserta kita
U Sekarang dan selama-lamanya

Kata Pengantar

P Saudara-saudari terkasih,
Kenangan pada penderitaan Yesus dan kenangan pada kematian-Nya melahirkan rasa syukur atas solidaritas Tuhan pada penderitaan manusia. Kenangan yang sama juga membangkitkan spirit dan tanggung jawab kita untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan dengan cara mengupayakan kesejahteraan bersama. Tanpa terlibat dalam usaha perbaikan dengan menghargai keutuhan ciptaan demi kesejahteraan hidup bersama, kenangan pada Jalan Salib Yesus menjadi sia-sia.
Ibadat Jalan Salib menjadi salah satu sarana bagi kita untuk merenungkan kasih Allah dan mengubah perilaku dan cara pandang kita lewat bimbingan Roh Kudus untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

P Marilah kita berdoa :
Allah Bapa yang Maharahim, Engkau tidak pernah berhenti menunjukkan

kasih sayang-Mu pada manusia. Engkau menghendaki kesejahteraan bagi tiap manusia. Rahmat-Mu senantiasa berlimpah namun kerap kami lupa untuk bersyukur kepada-Mu dan meneruskan rahmat-Mu kepada sesama kami. Semoga lewat daya Roh Kudus kami dimampukan untuk mengubah perilaku kami dengan lebih memperhatikan kesejahteraan sesama kami khususnya yang lemah, miskin, kecil, tersingkir dan difabel, lewat tindakan nyata demi mewujudkan kesejahteraan hidup bersama di dunia ini seperti yang Engkau kehendaki. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

 

Perhentian I : Yesus Dijatuhi Hukuman Mati

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Dalam ruang pengadilan Pilatus, Yesus berdiri dalam keadaan terikat. Di sekeliling-Nya para imam ahli Taurat dan orang-orang Farisi melontarkan tuduhan-tuduhan palsu kepada-Nya. Terhadap semua tuduhan palsu itu Yesus tidak menjawab sepatah kata pun. Segenap pembawaan-Nya memberikan bukti tentang rasa kesadaran bahwa Ia tak bersalah. Dia berdiri dengan tenang hingga Pilatus pun heran melihat-Nya. “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” (Yoh 18:36)

Para imam dan ahli Taurat mengajar berdasarkan tradisi dan hukum Musa yang ketat dan menganggap Yesus sebagai ancaman besar terhadap otoritas mereka atas orang Yahudi. Yesus mengajarkan bahwa keselamatan adalah kasih karunia dari Allah dan bukan hasil dari ketaatan semata terhadap ajaran yang ditetapkan oleh para imam dan ahli Taurat. Keadaan demikian masih terjadi di masyarakat kita dewasa ini. Persoalan sentimen kebencian berbau rasial dan agama, berita-berita hoaks, korupsi, tindakan terorisme, narkoba, kesenjangan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dan masih banyak permasalahan sosial lain lagi. Lalu bagaimana cara kita untuk tetap dapat memelihara iman kita agar kita beroleh keselamatan di tengah keadaan masyarakat saat ini? Apakah kita mampu berdiri tegak seperti Yesus di hadapan Pilatus? Ataukah kita terbawa arus hedonisme dunia demi kepentingan pribadi dan meninggalkan Yesus? hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, Engkau tenang menghadapi serangan orang-orang yang membenci-Mu. Mampukanlah kami agar kami tetap berpegang kepada ajaran-Mu dan dapat membawa sesama kami agar kelak memperoleh keselamatan yang Kau janjikan. Semoga Gereja-Mu tidak terbawa arus dunia semata tetapi menggunakan hal duniawi dalam mengupayakan kesejahteraan bersama dengan memperbaiki keadaan di masyarakat lewat tindakan nyata kasih kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan,kasihanilahkami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Anak domba tak bersalah, ajar kami pun berpasrah, taat pada Bapa-Mu.

 

Perhentian II : Yesus Memanggul Salib

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Saat

Hal ini bukanlah sebuah pilihan karena : “Barangsiapa tidak memikul

salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Mat 10:38)

Dengan memikul salib berarti kita mematikan diri kita sendiri untuk hidup kembali di dalam Kristus sebagai ciptaan baru. Kita menyerahkan semua keinginan, kehendak bahkan kekuasaan dan harta milik kita kepada Allah. Tujuan utama kita bukan lagi hanya untuk diri kita sendiri melainkan dengan rela berbagi apa yang kita miliki dengan sesama yang membutuhkan, bahkan lebih jauh lagi menyerahkan seluruh hidup kita jika diperlukan demi kepentingan dan kebahagiaan bersama. hening sejenak

P Marilah kita berdoa :
Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau memanggul salib-Mu maka kami sebagai murid-Mu juga memikul salib kami masing-masing. Berilah kami kekuatan bilamana kami harus menderita karenanya dan semoga kami rela untuk berbagi apa yang kami miliki dengan sesama kami demi terciptanya kesejahteraan bersama. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Kayu salib Dia panggul. Mari kita pun memikul salib kita di dunia.

Yesus memikul salib-Nya, Dia membawa lebih dari sekedar kayu salib.

Yesus menegaskan “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus

menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Mat 16:24).

 

Perhentian III : Yesus Jatuh Untuk Pertama Kali

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Yesus mengalami derita kejatuhan yang pertama. Karya-Nya 2000 tahun yang lalu untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan bisa dibilang tidak berhasil. Banyak murid lari meninggalkan-Nya dan bangsa pilihan Allah menolak kehadiran diri-Nya. Namun lihatlah kini begitu banyak bangsa yang mengikuti Yesus.

Kesejahteraan bersama tampaknya masih jauh dari harapan dan masih harus terus diupayakan. Di tengah pelbagai bencana yang melanda masyarakat, kita dapat meneladani sikap Yesus, ketika mengalami kejatuhan: Ia tetap bangkit berdiri dan meneruskan perjalanan. Tetaplah melakukan karya nyata kasih dan kebaikan tanpa memandang perbedaan meskipun ada penolakan atau sikap kurang menerima di masyarakat. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, Engkau tetap setia menyelesaikan tugas-Mu meski harus mengalami kejatuhan. Buatlah kami berani mengikuti langkah-Mu terus melakukan perbuatan baik bagi sesama demi terwujudnya kesejahteraan bersama meskipun harus menghadapi tantangan. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Tuhan Yesus, tolong kami bila kami jatuh lagi kar’na salib yang berat.

 

Perhentian IV : Yesus Berjumpa Dengan Ibu-Nya

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Di tengah perjalanan menuju Golgota, Yesus berjumpa dengan ibu-Nya, Maria yang tetap setia dalam penderitaan puteranya. Namun Ibu Yesus bukan hanya Maria. Yesus sendiri menegaskan “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!” (Mat 12:50)

Relasi Yesus yang sangat dekat dengan Bunda Maria mengingatkan kita akan adanya pribadi-pribadi yang tetap mendoakan dan mendukung perjuangan hidup kita. Kita menjadi saluran rahmat Allah yang kita peroleh kepada sesama kita agar setiap orang turut merasakan kasih dan kebaikan Allah sendiri. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas teladan Bunda Maria dalam mendampingi orang yang menderita. Doronglah kami untuk lebih berani ambil bagian dalam keprihatinan sesama yang berada di sekitar kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

O Maria, Bunda kudus, yang setia ikut Yesus, kau teladan hidupku.

 

Perhentian V : Yesus Ditolong Simon Dari Kirene

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Simon yang didesak oleh prajurit untuk membantu Yesus menunjukkan simpati pada Yesus. Yesus pun menerima pertolongan dari Simon. Pengalaman itu membuat hati Simon melekat kepada Yesus dan memberikan kebahagiaan tersendiri. “Dan siapa yang memaksamu berjalan satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh dua mil.” (Mat 5:41).

Dalam banyak kesempatan kita terkadang gagal menjadi saudara dalam

Kristus bagi sesama, yakni mereka yang dirundung malang, dibalut

kesulitan dan dibungkam nestapa. Yesus mengajarkan kerendahan hati

untuk mau membantu dan dibantu orang lain. “Bertolong-tolonganlah

menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Gal

6:2). Mari kita bangun komunikasi dan relasi yang baik dan berdayaguna

dengan keluarga dan sesama kita.

hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, seperti Simon yang menolong-Mu, mampukan kami untuk dengan sukarela membantu sesama di dalam kesulitan saat ini. Semoga kami dapat menjalin relasi dan komunikasi yang baik dengan semua orang. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Apapun yang kau lakukan bagi para penderita,
pada Tuhan berkenan.

 

Perhentian VI : Veronika Mengusap Wajah Yesus

P KamimenyembahDikau,yaTuhandanbersyukurkepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Cinta yang Yesus tunjukkan adalah daya yang mengubah dan memperbaiki jiwa dunia. Bahkan di saat Ia merasa sendirian dan ditinggalkan, Ia masih menunjukkan cinta-Nya yang berbelas kasih hingga memberi gambar wajah-Nya pada seorang perempuan sederhana, Veronika.

Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan bagi sesama kita, itu dicatat oleh Tuhan. Bagi kita sebagai murid Yesus, dengan melakukan kebaikan seperti peduli pada kesulitan sesama yang sedang dilanda musibah dan peduli dengan lingkungan hidup kita seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat penggunaan air bersih dan listrik, merawat hewan dan tanaman dengan baik, kita mewartakan dan mencerminkan kasih Allah pada pada ciptaan-Nya. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, seperti Veronika, kami pun ingin melakukan hal yang sederhana membantu sesama kami dan semua ciptaan-Mu, namun sangat berarti di mata-Mu. Ukirlah wajah-Mu yang kudus dalam setiap perbuatan baik yang kami lakukan sehingga kami mampu mewartakan-Mu di tengah masyarakat dan nama-Mu semakin dimuliakan. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan,kasihanilahkami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Bila kita meringankan duka orang yang sengsara, Tuhan Allah berkenan.

 

Perhentian VII : Yesus Jatuh Untuk Kedua Kalinya

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Yesus merasa bahwa luka dan sakit yang ditanggung-Nya semakin parah. Selain itu, siksaan yang ditimpakan para prajurit membuat-Nya semakin lemah dan kepayahan. Hal ini membuat Yesus jatuh tersungkur dan tertimpa salib untuk kedua kalinya.

Kejatuhan ini sebagai ungkapan bahwa perjuangan dalam hidup itu memang berat. Sulit. Mari ulurkan tangan untuk meringankan penderitaan sesama misalnya memberi solusi dari masalah yang tengah dihadapi, memberi pendampingan, mengumpulkan dana bantuan, memberi pekerjaan atau membeli produk dari usaha kecil. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, jatuh berulang kali adalah hal yang tidak enak dan menyakitkan. Berilah kami kekuatan dengan mengandalkan-Mu untuk bangkit dan melangkah maju jika kami jatuh. Semoga kami selalu tergerak mengulurkan tangan bagi sesama kami yang sedang ‘jatuh’ agar bersama- sama bangkit dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik di masa datang. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Bilamana kami goyah,
dan tercampak kar’na salah, ya Tuhan, tegakkanlah.

 

Perhentian VIII : Yesus Menghibur Para Perempuan Yang Menangisi-Nya

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Dalam tradisi Yahudi ratapan mengungkapkan rasa dukacita yang mendalam yang biasa dinyanyikan dengan tangisan para perempuan. Yesus justru menegur para perempuan yang menangisi-Nya : “…tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!’ (bdk Luk 23:28) karena seharusnya mereka menangisi diri mereka dan anak-anak mereka mengingat kejahatan di Yerusalem.

Pertobatan tidak akan pernah datang pada orang yang selalu menganggap diri paling benar. Kita harus dengan kerendahan hati mengakui kedosaan kita dan terus berusaha untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan melalui pertobatan. Kita bangun niat baik untuk mengikuti teladan Yesus mengasihi sesama dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera bagi semua orang. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur karena Engkau mengingatkan kami akan dosa kami. Buatlah kami dapat memenuhi amanat-Mu untuk berani meratapi dosa-dosa kami dan bantulah kami dengan rahmat-Mu untuk bangkit dari dosa kesombongan dan berhala serta kelemahan lainnya dan mengusahakan hidup yang berkenan di hadapan- Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Dalam tobat yang sejati, kini akan kuratapi
dosa dan pelanggaran.

 

Perhentian IX : Yesus Jatuh Untuk Ketiga Kalinya

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Cinta mengalahkan rasa sakit walau pedih menjerit dalam relung jiwa. ‘Tuhan, kemanakah kami meneguk kasih yang paling teduh selain kasih yang Kau alirkan kepada kami? Atau, dari manakah kami merasakan cinta yang paling lapang, selain cinta yang tercurah dari palung hati-Mu yang terdalam?’

Hidup seperti roda kadang di atas kadang di bawah. Bencana silih berganti datang. Banyak orang yang dapat kita bantu lewat cara kita masing-masing. Berkaca pada Yesus, Sang Guru membuat kita paham bahwa perjuangan dan tanggung jawab kita sebagai murid-Nya perlu dijalani dengan sungguh- sungguh lewat tindakan nyata bukan sekedar kata-kata. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, untuk ketiga kalinya Engkau jatuh. Debu dan tanah turut merasakan sentuhan tubuh-Mu. Bangkitkanlah semangat kami dalam segala kesusahan dan kuatkanlah niat kehendak kami untuk berbagi kasih karena kami telah lebih dulu Engkau kasihi. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Bila hatiku gelisah kar’na dosa dan derita, tangan-Mu ulurkanlah.

 

Perhentian X : Pakaian Yesus Ditanggalkan

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Pakaian Yesus adalah jubah tanpa jahitan, ditenun seluruhnya dari atas sampai ke bawah. (Yoh 19:23) Inilah jubah Imam Agung lambang kehormatan dan kemuliaan. Namun betapa hinanya bila martabat imamat itu dilucuti di depan publik. Yesus melewati semua kepahitan itu untuk mendapatkan kembali kemuliaan Allah, karena tanpa pakaian kehormatan, manusia harus keluar dari Taman Firdaus.

Yesus dipuja dengan berbagai penghormatan dari manusia namun tidak membuat-Nya perlu mempertahankan ‘pakaian’ kehormatan tersebut. Menjumpai Allah tidak memerlukan atribut atau predikat kepintaran, kekayaan, jabatan, kekuasaan dsb. Segala hal yang kita miliki di dunia ini berasal dari Allah, maka kita diminta untuk menggunakannya dalam upaya membantu Gereja dan sesama yang membutuhkan uluran tangan kita sehingga semua orang dapat menikmati kebaikan Allah dalam hidup mereka. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, Engkau memulihkan martabat kami yang cemar akibat dosa. Semoga kami mampu menjaga martabat kami yang luhur dan suci serta menghindari hal-hal yang mencemari tubuh kami dan sesama kami. Berilah kami mata hati yang sanggup melihat segala sesuatu sebagai anugerah terindah-Mu demi kebahagiaan bersama. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan,kasihanilahkami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Pakaian-Mu dibagikan, martabat-Mu direndahkan; Kautinggikan harkatku.

 

Perhentian XI : Yesus Dipaku Di Kayu Salib

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Hempasan angin kala itu menyebabkan debu beterbangan dan menempel pada luka-luka Yesus membuat perih. Yesus ditinggikan tanpa kehormatan. Namun dari sana ada doa : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23:34) dan sabda yang menjanjikan “Dan Aku, Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” (Yoh 12:32)

Di bawah kaki salib Yesus, betapa rapuhnya kekuasaan manusia di balik alam semesta yang luas. Manusia hanya setitik debu. Kita bisa mengangkat harkat martabat sesama kita yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel dengan peduli pada kehadiran mereka dan memberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupan mereka sehingga mereka juga dapat merasakan kesejahteraan secara ekonomi dan sosial. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, seperti debu yang menutupi luka-luka-Mu, kami ini juga hanya debu di hadapan-Mu. Kami semua sama di depan-Mu tidak ada yang lebih mulia dan berkuasa selain Engkau. Semoga dengan pertolongan Roh Kudus-Mu kami selalu meneladani sikap-Mu: mengampuni dan mendoakan mereka yang menyakiti kami tanpa menyimpan dendam. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Dari salib Kau melihat
tak terbilang yang menghujat, berapakah yang taat.

 

Perhentian XII : Yesus Wafat Di Salib

P KamimenyembahDikau,yaTuhandanbersyukurkepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Kegelapan meliputi seluruh daerah tempat penyaliban. Terdengar suara Yesus berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” lalu “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”.

Semua berlutut dan hening sejenak

Pada saat kematian Yesus, tabir Bait Suci terbelah dari atas sampai bawah dan menimbulkan ketakutan dalam diri orang Yahudi yang menyaksikan peristiwa itu. Hal ini menandakan berakhirnya Perjanjian Lama dan permulaan dari Perjanjian Baru. Manusia tidak lagi terpisah dari Allah karena dosa namun kini bisa menghampiri tahta kasih karunia keselamatan. Kehidupan dan kematian Yesus telah menghapuskan penghalang dosa. Kita hanya bisa hening menghayati kehendak Bapa melalui hidup dan matinya Yesus dan kelak kebangkitan-Nya. Tak pernah cukup nalar ini untuk memahami Yesus sedemikian taat kepada Bapa sampai akhir. Ia memberikan contoh totalitas memenuhi panggilan hidup dan kesediaan berkorban, memberi hidup bagi sesama. hening sejenak

P Marilahkitaberdoa
Tuhan Yesus Kristus, karena begitu besarnya cinta-Mu bagi kami, Engkau setia dan taat pada kehendak Bapa untuk wafat menebus dosa-dosa kami. Buatlah kami setia dalam mengamalkan ajaran-Mu demi mengasihi-Mu dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kami di sepanjang perjalanan hidup kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Biji mati menghasilkan buah yang berkelimpahan; wafat-Mu menghidupkan.

 

Perhentian XIII : Yesus Diturunkan Dari Salib

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Golgota jadi saksi, Bunda memeluk tubuh tak bernyawa. “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut kehendak-Mu.” (bdk Luk 1:38)

Setelah Yesus wafat, tubuh-Nya diturunkan dari salib. Adalah ironi mengingat keengganan manusia untuk taat pada kehendak Bapa inilah yang menyebabkan kematian Yesus di kayu salib. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat- sahabatnya.” (Yoh 15:13). Hanya dengan selalu bersyukur atas rahmat Allah yang kita rasakan dalam hidup kita yang membuat kita bahagia dan sukacita dalam menjalani hidup. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau diturunkan dari salib, semoga kami pun merendahkan diri kami di bawah salib-Mu. Buatlah kami sadar akan kelemahan kami sebagai manusia dan terus ingat akan peristiwa jalan salib-Mu sehingga kami akan lebih mengasihi Engkau dan menghargai sesama kami seperti yang Kau kehendaki. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Salib tanda kehinaan
jadi lambang kemenangan kar’na Tuhan t’lah menang.

 

Perhentian XIV : Yesus Dimakamkan

P Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu U Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia

L Akhirnya Yesus dimakamkan dalam sebuah kubur baru. Tetapi bukan berarti kasih dan karya penyelamatan-Nya selesai. “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh 12:24).

Bagi kita yang percaya, makam bukan akhir dari segalanya. Lewat pemakaman-Nya, Yesus sedang turun menyelamatkan dan memaklumkan warta gembira kepada jiwa-jiwa yang tertahan pada dunia orang mati. Kita pun mewartakan wafat dan kebangkitan-Nya lewat perbuatan baik yang kita lakukan kepada sesama demi mewujudkan kesejahteraan bersama. hening sejenak

P Marilah kita berdoa
Tuhan Yesus Kristus, kepada-Mu kami percayakan hidup kami karena Engkau sendirilah jalan menuju hidup baru. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

P Tuhan, kasihanilah kami.
U Allah, ampunilah kami orang berdosa ini.

Tuhan Yesus dimakamkan, masuk alam kematian , sampai bangkit mulia.

 

Penutup

P Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Dalam Jalan Salib kita juga memikul salib kita dengan menggabungkan penderitaan kita dan penderitaan Yesus. Penderitaan sering kali membuat kita merasa sedang disalibkan dan tidak ada seorangpun yang menolong diri kita. Akan tetapi dalam Jalan Salib kita diingatkan siapakah yang ada pada sisi lain salib kita itu : Yesus sendiri yang selalu ada bersama kita!

Jalan Salib juga dapat mendorong kita untuk memikul tantangan untuk menghayati iman kepercayaan kita secara lebih mendalam, menemukan keberanian untuk menolak hal-hal buruk yang telah memisahkan kita dari kasih Allah, disalibkan terhadap dunia sehingga kita dapat memberikan diri kita sendiri kepada Allah dan sesama secara lebih penuh dan total. ”Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:19- 20)

P Marilah kita berdoa :
Allah Bapa yang Mahakasih, Yesus, Putera-Mu mampu melaksanakan kehendak-Mu hingga tuntas agar kami merasakan kembali hubungan yang harmonis dengan-Mu. Sejak awal penciptaan dunia Engkau menghendaki agar manusia sejahtera dan bahagia karena kasih-Mu yang sedemikian besar. Semoga lewat ibadat Jalan Salib ini kami terus berkarya aksi nyata mengupayakan kesejahteraan bersama sehingga dengan demikian semakin banyak orang merasakan kasih-Mu dan menerima Engkau sebagai Bapa bagi semua orang. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami.

U Amin

Berkat

P Semoga Tuhan beserta kita
U Sekarang dan selama-lamanya

P Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U Amin

P Saudara sekalian, Ibadat Jalan Salib telah selesai, marilah kita pergi dan terus menjalankan pertobatan kita.

U Syukur kepada Allah

 

Lagu Penutup

Jika dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi, maka diumumkan dengan mengatakan:

“Saudara-saudari, Ibadat kita dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Sebagai Lagu Pembuka kita nyanyikan ….”

 

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *