Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Pilihan Tuhan

November 27, 2019 | Sejenak Eling

Di tempat kerjanya, Badrun ditanya temannya. “Kenapa kamu selalu bawa-bawa foto istrimu, di dalam tasmu, di ruang kantormu, kenapa?

Badrun menjawab : “Kalau lagi ada masalah, nggak peduli betapa susahnya, kalau aku lihat foto istriku maka masalah itu hilang semua..”

Teman Badrun : “Wah.. memangnya istrimu itu ajaib dan luar biasa!!??”

Badrun : “oh iya emang, ketika aku liat foto istriku terus ngomong ke diriku sendiri, emangnya ada masalah yang lebih besar dari yang satu ini??”

Permenungan

Pada zaman ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah kasus perceraian semakin meningkat. Demikian pula di dalam kasus-kasus perkawinan Gereja juga semakin meningkat. Keluarga di zaman ini, rentan untuk terjadinya perpisahan dan perceraian dalam kehidupan keluarga. Nilai-nilai perkawinan telah bergeser dari kesatuan menjadi kecocokan, dari hidup bersama dalam suka dan duka menjadi hidup dalam kesenangan dan kenyamanan. Jika tidak cocok, ya sudah cerai saja. Jika tidak senang dan nyaman hidup dalam keluarga, mari kita berpisah. Cara menghadapi hidup yang keliru dan bertentangan dengan semangat yang diajarkan oleh Yesus tentang makna perkawinan.

Yesus mengajarkan bahwa perkawinan adalah suatu peristiwa sakral dimana Allah hadir dalam seluruh kehidupan manusia. Maka sabda Tuhan itu, ingin mengembalikan nilai-nilai luhur perkawinan yang harus dihidupkan kembali dan diamalkan oleh keluarga kristiani. Nilai-nilai luhur perkawinan itu adalah : kesatuan cinta yang tidak terputuskan oleh siapapun kecuali maut. “Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu.”

Yesus juga telah menegaskan bahwa ikatan perkawinan Kristiani itu adalah bukan semata perjanjian duniawi dari dua anak manusia, namun peranan dan kehendak Allah memegang peranan penentu dari sebuah ikatan perkawinan, artinya Allah sendirilah yang mempersatukan pasangan yang menikah itu. Dan karena Allah yang mempersatukan, maka Allah juga lah yang secara tegas memberi peringatan; agar “ikatan” itu tidak boleh diceraikan oleh siapa pun manusia. Bukan saja oleh kedua pasangan yang menikah tetapi juga kepada manusia; orang-orang disekitar pasangan itu, baik itu orang-tua, saudara, teman, atau kerabat, tidak boleh menceraikan! Memberi saran, mendukung, mendorong apalagi memaksa sebuah perceraian, semuanya Allah tidak berkenan.
“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Pesan untuk Badrun :
“Jangan mencari dan hanya melihat kekurangan istrimu, lihat saja kelebihannya. Dan ingatlah, Tuhan yang mempertemukan dan menjodohkanmu, dia adalah tulang rusukmu. Istrimu adalah pilihan Tuhan”

Pesan untuk Hamideh :
“Hormatilah suamimu, dalam segala kekurangannya tetap hargailah dia, karena dia adalah tiang hidupmu yang diberikan Tuhan untuk menjagamu. Suamimu adalah pilihan Tuhan”

Related For Pilihan Tuhan