Renungan Harian Katolik 17 Juni 2023

  • miki katolik
  • Mar 22, 2024

Renungan Harian Katolik 17 Juni 2023

infokatolik.id – Renungan Harian Katolik 17 Juni 2023

Berikut ini renungan harian katolik yang kami kutip dari channel inspirasikuD1ANTARA

Bacaan Pertama 17 Juni 2023

Yesaya 61:9-11

Beginilah firman Tuhan, “Keturunan umat-Ku akan terkenal di antara para bangsa, dan anak cucu mereka di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.”

Aku bersukaria dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala dan seperti pengantin wanita memakai perhiasannya.

Sebab seperti bumi memancarkan tetumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Kidung Tanggapan 17 Juni 2023

1 Samuel 2:4-5.6-7.8abcd

Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan, Juru Selamatku.

  1. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
  2. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.
  3. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bait Pengantar Injil 17 Juni 2023

Lukas 2:19

Ref. Alleluya.

Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya.

Bacaan Injil 17 Juni 2023

Lukas 2:41-51

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

Sehabis hari-hari perayaan, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam bait Allah; sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?

Bapa-Mu dan aku cemas mencari engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa Bapak-Ibu mencari Aku? Tidakkah tahu, bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 17 Juni 2023

Ketika sebuah keluarga ditimpa musibah, katakanlah misalnya seorang anak sakit. Selalu ibu yang menderita lebih dulu. Itu bukan ayah tapi ibu. Mengapa demikian? Ini karena ibu dan anak memiliki hubungan emosional yang lebih dalam di antara mereka.

Sebelum seorang anak lahir ke dunia ini ia tinggal terlebih dahulu di dalam rahim ibunya. Selama sembilan bulan yang panjang, ibu dan anak mengembangkan ikatan yang hanya bisa diputuskan oleh kematian.

Bagaimana perasaan Bunda Terberkati dan suaminya Joseph ketika dia melihat bahwa Yesus tidak bersama mereka? Pasti sangat sulit bagi mereka berdua, tetapi mungkin lebih sulit bagi Bunda Maria. Yesus adalah anak tunggalnya, dia merawat Yesus dan sebelum dia melahirkan Yesus. Yesus berada di dalam rahimnya yang tak bernoda selama sembilan bulan.

Bayangkan saja kecemasan yang dirasakan Bunda Terberkati pada saat mereka mengetahui bahwa Yesus kecil tidak bersama mereka. Tapi dia tetap tenang saat mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari Yesus.

Dan ketika mereka menemukan Yesus, Bunda Maria berkata kepada Yesus, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” (Lukas 2:48).

Bunda Terberkati tidak hanya memperhatikan kesejahteraan Yesus. Dia juga sangat peduli dengan kesejahteraan kita sendiri. Di dalam hatinya yang Tak Bernoda berdiam keinginan yang mendalam untuk menjaga kita juga agar dia dapat membawa kita kembali lebih dekat kepada Yesus.

Oleh karena itu marilah kita tidak lupa memohon perantaraan Bunda Maria. Mari kita memohon padanya untuk mengawasi kita. Marilah kita memohon padanya untuk mendoakan kita dan marilah kita berdoa kepadanya untuk membawa kita lebih dekat kepada Yesus.

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah memenuhi hati Santa Perawan Maria dengan rahmat-Mu, sehingga ia menjadi kediaman yang pantas bagi Roh Kudus. Semoga berkat jasa dan doa restunya, kami pun diterima dalam bait kemuliaan-Mu.

Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik Sabtu 17 Juni 2023 dari infokatolik.id, Berkah Dalem.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *