Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Sahabatku

October 31, 2019 | Sejenak Eling

Malik bin Dinar, sangat marah karena seorang pemuda yang hidup di sebelah rumahnya bertindak kurang ajar. Lama ia tidak berbuat apa-apa. Ia berharap, orang lain akan turun tangan. Tetapi setelah perilaku pemuda itu menjadi sungguh keterlaluan, maka Malik menegurnya, agar ia mengubah kelakuannya.

Pemuda itu dengan tenang memberitahu Malik, bahwa ia dilindungi oleh sultan dan tidak seorang pun dapat menghalangi apapun yang dikehendakinya.

Malik berkata : “Aku sendiri akan mengadu kepada Sri Sultan.” Pemuda itu menanggapi : “Sama sekali tidak ada gunanya. Sebab, Sri Sultan tidak pernah berubah pandangan mengenai diriku.”

“Kalau begitu, engkau akan kulaporkan kepada Pencipta di surga!” kata Malik. “Pencipta di surga?” tukas pemuda itu. “Ia Maha Rahim, sehingga tidak akan mempersalahkan aku!”
Malik tidak dapat berbuat apa-apa. Maka ditinggalkannya pemuda itu. Tetapi beberapa waktu kemudian nama si pemuda menjadi begitu jelek, hingga orang banyak pun menentangnya. Malik merasa wajib untuk mencoba memperingatkannya lagi. Ketika ia berjalan menuju rumah pemuda tersebut, ia mendengar Suara dalam batinnya : “Awas! Jangan menyentuh sahabatku. Ia ada di bawah perlindungan-Ku.” Malik menjadi bingung. Waktu bertemu muka dengan pemuda itu, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan.

Pemuda itu bertanya : “Mengapa engkau datang?” Jawab Malik : “Aku datang untuk menegurmu, tetapi di tengah jalan, kudengar Suara yang melarangku untuk menyinggungmu, karena engkau berada di bawah perlindungan-Nya.”

Wajah pemuda bergajulan itu berubah : “Benarkah Ia menyebut aku sahabat-Nya?” tanyanya. Tetapi pada saat itu Malik sudah meninggalkan rumahnya. Bertahun-tahun kemudian Malik berjumpa dengannya di Mekah. Ia begitu tersentuh oleh perkataan Suara itu, sehingga ia membagi-bagikan seluruh harta bendanya dan menjadi pengemis pengembara. “Aku datang kemari untuk mencari Sahabatku,” katanya kepada Malik. Lalu ia meninggal.

Tuhan sahabat orang berdosa? Pernyataan ini amat berbahaya, tetapi sekaligus berkekuatan luar biasa. Aku pernah mencobanya pada diriku sendiri, ketika aku berkata : “Tuhan Maha Rahim sehingga tidak akan mempersalahkan aku.” Dan tiba-tiba aku mendengar Kabar Gembira, pertama kali dalam hidupku.

“Burung Berkicau”, A.de Mello SJ

Related For Sahabatku