Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

The Passion of The Christ

November 24, 2019 | Sejenak Eling

Masih ingat film “The Passion of The Christ” yang pertama kali diputar di Selandia Baru, Feb.2004? Film ini menggambarkan kesadisan yang dialami Yesus dalam perjalanan wafat ke Puncak Kalvari. Banyak penonton mengatakan film ini menggerikan. Apalagi kisah sesungguhnya.

Pemeran Yesus dalam film yang disutradarai Mel Gibson adalah aktor Holywood bernama Jim Caviezel. Setelah film ini diputar di banyak negara termasuk di Indonesia (juga di TV menjelang Jumat Agung), suatu kali Caviezel berkomentar. Begini :”Mengapa kita harus memikul atau memanggul salib?”

Jika pertanyaan ini ditujukan kepada Anda, apa jawabannya? Mungkin tak langsung menjawab karena membutuhkan waktu beberapa menit untuk menjawab. Jawanbannya bisa jadi asal-asalan atau jawaban teologis yang bikin kening berkerut-kerut. Atau jawaban yang pernah kita dengar dari guru agama dan pastor padahal yang diminta adalah jawaban pribadi sendiri.

Lalu apa jawab Jim Caviezel? “Jika tak memanggul salib itu, kita akan jatuh tertimpa dan tertindih salib itu”, katanya. Jawaban sederhana, cerdas dan masuk akal menurut saya. Karena itu agar jangan menindih sehingga tubuh kita tak dapat digerakkan, tiada cara lain kita harus memanggulnya sampai tujuan.

Berat salib itu dirasakan berbeda-beda bergantung bagaimana kita memaknainya. Jika dianggap beban, maka Anda akan merasakannya begitu berat. Bila Anda menganggapnya ini sebagai yang harus dibayar dan memikulnya penuh syukur dan sukacita, akan terasa lebih ringan.

Salib yang dipikul jangan hanya dimaknainya sebagai jalan penebusan kesalahan-kesalahan kita. Barangkali kita memanggulnya karena kesalahan yang dilakukan orang lain, namun kita yang perlu menanggungnya. Ini yang telah diperbuat lelaki dari Nazareth, memanggul salib untuk menyelamatkan manusia.

Salib barangkali adalah harga yang perlu kita bayar atau perjuangan berat untuk meraih cita-cita.

Berkah Dalem.

Related For The Passion of The Christ