Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Tinggal di rumah saja

April 9, 2020 | Sejenak Eling

 

Tinggal di rumah saja, tidak pergi ke mana-mana apalagi sudah memasuki pekan ketiga, sungguh bukan hal ringan. Bosan, ya pasti. Apalagi jika pekerjaan rutin dilakukan dalam keramaian. Tubuh seakan dalam penjara. Meski fisik dikurung jangan biarkan pikiran dipenjarakan. Atau kita jangan memenjarakan pikiran. Justru dalam situasi fisik terkurung, otak berjalan melahirkan ide-ide yang tak terpikirkan dalam keadaan normal.

Kemarin pagi saya baca di Kompas tentang seorang atlet di Inggris. Tinggal di rumah tak menghalanginya lari maraton bukan di jalan tapi di rumahnya. Panjang belakang rumah orang ini hanya 6 meter. Lalu bagaimana bisa ia lari maraton sepanjang 42.192 meter? Di sinilah pentingnya peranan imajinasi seperti diutarakan Einstein kira-kira seabad lalu..

Ia tak kurang akal, maka berlarilah laki-laki 32 tahun ini sepanjang 6 meter bolak balik sebanyak 7.000 kali. Kalikan saja akhirnya setelah lima jam beberapa menit maraton solo ini berakhir. Ia telah memenangkan lomba melawan dirinya sendiri. Tentu maraton seorang diri lebih sulit karena kejenuhan. Orang ini bisa menaklukan kejenuhan.

Menurut saya dalam hal ini dibutuhkan imajinasi untuk mengusir rasa bosan dan memperkuat daya juang. Mungkin ia membayangkan sedang berlari di lomba maraton yang terkenal dan ditonton ribuan orang. Memang ia ditonton karena aksi bolak balik menempuh halaman belakang rumah ini disiarkan langsung dalam jaringan. Dari hasil maraton ini ia mengumpulkan uang Rp 362,5 juta yang kemudian disumbangkan untuk korban COVID 19.

Boleh juga kita tiru orang ini tidak dalam hal lari maraton saja, tapi semangat dan kreativitas yang tak mati hanya karena #dirumahaja. Para peneliti menghasilkan temuan baru berhari-hari dalam ruang senyap laboratorium.

Related For Tinggal di rumah saja