Info dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian dan Info Seputar Katolik

Menu

Renungan Harian Katolik Minggu 19 September 2021

September 16, 2021 | Bacaan & Renungan

Renungan Harian Katolik Minggu 19 September 2021

 

Renungan harian katolik untuk hari  ini, marilah kita mempersiapkan diri dan hati kita

Renungan Harian Katolik Minggu 19 September 2021

Bacaan Pertama     Kebijaksanaan Bab 2 : ayat 12. ayat 17 –  ayat 20

Renungan harian katolik hari ini  Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan :

Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

 

Mazmur Tanggapan     Mazmur  54:3-4.5.6.8

Tuhanlah yang menopangku

  • Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keterpaksaan-Mu!
    Ya Allah dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!
  • Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Allah. Sela
  • Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.
    Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!
    Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.

 

Bacaan Kedua     Yakobus Bab 3 : ayat 16 –  Bab 4 : ayat 20

Renungan harian katolik hari ini  Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus :

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

 

Bait Pengantar Injil          2 Tesalonika Bab 2 : ayat 14

Allah telah memanggil kita lewat Injil, sehingga kita boleh menikmati kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Bacaan Injil             Markus Bab 9 : ayat 30 – ayat 37

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus :

Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan Harian Katolik Singkat

Hari ini Yesus berkata, “jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”. Kuncinya adalah ketulisan, anak-anak adalah pribadi yang polos dan tanpa ragu denga tulus akan membantu siapapun yang membutuhkan atau bahkan jika anak-anak dimintai tolong. Sama eperti pesan Tuhan Yesus bahwa kita secara tulus lebih mendahulukan orag lain daripda diri kita pribadi, kita tidak egois, maka disitulah kita akan ditinggikan oleh Tuhan bukan oleh manusia.

Santo Yakobus juga menandai sesuatu pada suratnya, yaitu ketika kita melakukan sesuatu dengan memiliki maksud di dalamnya, itulah yang disebut kemunafikan yang tidak ada gunanya. Sedangkan anak-anak polos menyambut pelukan Tuhan. Sehingga kita dapat memetik teladan dari Tuhan Yesus adalah ketulusan untuk merangkul siapapun.

 

Doa Renungan Harian Katolik

Ya Yesus yang baik hati, terimakasih atas teladan-Mu yang seluruhnya sangat baik, dampingilah setiap hidup kami agar kami bisa meneladan-Mu selalu. Amin

 

Demikianlah renungan harian katolik hari ini.  Untuk meningkatkan kesiapkan kita sambilah kita berdoa yang tersedia disini  kumpulan doa 

 

Related For Renungan Harian Katolik Minggu 19 September 2021