Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Renungan Harian Katolik Rabu, 2 Juni 2021

May 29, 2021 | Bacaan & Renungan

Renungan Harian Katolik Rabu, 2 Juni 2021

PF S. Marselinus dan Petrus, Martir

 

Renungan harian katolik untuk hari  ini, marilah kita mempersiapkan diri dan hati kita

Renungan Harian Katolik Rabu, 2 Juni 2021

Bacaan Pertama      Tobit Bab 3 : ayat 1 – ayat 11a. ayat 13. ayat 16 – ayat 17

Renungan harian katolik hari ini  Pembacaan dari Kitab Tobit:

Maka aku sedih hati, mengeluh dan menangis. Dengan keluh kesah aku angkat doa begini: “Engkaulah adil, ya Tuhan, semua perbuatanMupun adil pula; semua tindakanMu belas kasihan dan kebenaran, dan dunia semesta diadili olehMu. Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah kepadaku, pandangilah aku! Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosaku dan setimpal dengan kekhilafanku kepadaMu, atau sekedar dosa yang diperbuat nenek moyangku! Aku telah tidak taat kepada segala perintahMu, maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, dan untuk ditawan dan dibunuh, dan untuk menjadi sindiran, tertawaan dan orang ternista di tengah sekalian bangsa dimana kami Kaucerai-beraikan. Segala hukumanMu memang benar, apabila kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku. Karena kami tidak memenuhi perintah-perintaMu, dan tidak berjalan benar di hadapanMu. Kini berbuatlah kepadaku menurut apa yang berkenan kepadaMu, dan sudilah mencabut nyawaku, sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu. Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup, karena aku mesti mendengar nista dan fitnah dan sangat sedih rasa hatiku. Ya Tuhan, suruhlah supaya aku lepas dari susah ini, biarlah aku lenyap menuju tempat abadi; janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan. Sebab lebih bergunalah mati saja dari pada melihat banyak susah dalam hidupku. Nista tidak dapat kudengar lagi!” Pada hari yang sama terjadilah bahwa Sara anak perempuan Raguel di kota Ekbatana di negeri Media mendengar nista dari pihak seorang pelayan perempuan ayahnya. Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh laki-laki. Tetapi mereka semua sudah dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat itu, sebelum Sara bersetubuh dengan mereka, sebagaimana pantasnya bagi para isteri. Kata pelayan itu kepada Sara: “Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu! Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang, tetapi tidak ada seorangpun yang engkau nikmati juga! Masakan kami kaucambuki karena mereka mati! Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya seorang anak laki-laki atau perempuan dari engkau jangan pernah kami lihat!” Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati, lalu menangis tersedu-sedu. Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya dengan maksud menggantung diri. Tetapi berpikir dan berkatalah ia di dalam hati: “Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu dan orang akan berkata kepadanya: Bapak hanya punya satu anak perempuan yang kekasih. Celakalah, ia telah menggantung diri! Niscaya karena sedihnya, maka uban ayahku kubawa ke dunia orang mati. Lebih baiklah aku tidak menggantung diri, melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja sehingga tidak usah mendengar lagi nista selama hidupku.” Segera tangan dikedangkanlah ke arah jendela, lalu berdoa. Katanya: “Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang! Moga-moga terpujilah namaMu selama-lamanya, dan semoga segala buatanMu memuji Engkau selama-lamanya.
Pada saat itu juga kedua orang itu, yakni Tobit dan Sara, dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah. Diutuslah Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya, yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri, dan dengan memberikan Sara anak perempuan Raguel kepada Tobia bin Tobit sebagai isteri dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu. Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara dari semua orang lain yang ingin mengambilnya. Pada saat yang sama Tobit kembali dari pelataran itu masuk ke rumahnya dan Sara anak Raguel turun dari bilik atas itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

 

Mazmur Tanggapan     Mazmur 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.

  • Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
    Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
  • Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
    Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
  • Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
    Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
  • TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
    Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

 

Bait Pengantar Injil         Yohanes Bab 11 : ayat 25a. ayat 26

Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.

 

Bacaan Injil              Markus Bab 12 : ayat 18 – ayat 27

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus :

Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan Harian Katolik Singkat

Injil hari ini menegaska kepada kita untuk tidak berkata sembarang mengenai hal surgawi. Kita perlu memahami terlebih dahulu tentang Kerajaan Allah. Kita dapat memperolehnya dengan cara membaca dan mengerti alkitab. Disamping itu oula, perlu kita sadari bahwa Kitab Suci adalah Sabda Yesus yang menghidupkan bukan mematikan. Tujuan dari ajakan dan penegasan dari Yesus ini adalah agar kita tidak menjadi sesat dalam beriman kepada Yesus atau ajaran agama yang menyesatkan. Percaya dan serahkanlah hidup kita kepada Yesus, maka hidup kita akan menjadi lebih hidup. membuka, membaca dan memahami kitab suci merupakan kuncinya.

 

Doa Renungan Harian Katolik

Tuhan Yesus Kristus, Engkau Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan. Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami mampu mengalami dan merasakan kuasa Allah dalam kehidupan kami setiap hari. Amin

 

Demikianlah renungan harian katolik hari ini.  Untuk meningkatkan kesiapkan kita sambilah kita berdoa yang tersedia disini  kumpulan doa 

 

Related For Renungan Harian Katolik Rabu, 2 Juni 2021