Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Hari Biasa, Minggu Biasa XVII. “Pewartaan tentang Belas Kasih Tuhan.”

August 1, 2019 | Bacaan & Renungan

Hari Biasa, Minggu Biasa XVII. “Pewartaan tentang Belas Kasih Tuhan.” Kamis, 1 Agustus 2019.

Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja.

Bacaan Liturgi hari ini, Tahun Liturgi C.

Bacaan I

Kel 40:16-21,34-38

Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya. Dan terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci. Musa mendirikan Kemah Suci itu, dipasangnyalah alas-alasnya, ditaruhnya papan-papannya, dipasangnya kayu-kayu lintangnya dan didirikannya tiang-tiangnya. Dikembangkannyalah atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan diletakkannyalah tudung kemah di atasnya?seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu. Dibawanyalah tabut itu ke dalam Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah?seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Mzm 84:3-6a.8a.11
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!

  • Jiwaku merana karena merindukan pelataran Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
  • Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
  • Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu, langkah mereka makin lama makin tinggi.
  • Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.

Bait Pengantar Injil
Kis 16:14b
Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putera-Mu.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:47-53

“Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”
Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan Infokatolik.id

Ada satu pasangan Katolik aktifis gereja dan yang dipandang cukup mapan secara ekonomi, belum juga dikarunia seorang anak, dalam setiap doa lingkungan sering ujud doanya untuk segera memperoleh keturunan. Di lain cerita ada satu keluarga Katolik, mempunyai 6 orang anak dengan kondisi ekonomi yang sulit, sehingga harus dibantu umat lingkungan dan paroki. Terakhir diperoleh informasi, salah satu anaknya tertangkap karena terlibat masalah narkoba. Ada lagi kisah satu keluarga pengusaha yang harus kehilangan putranya karena sakit kanker, sementara anak itu digadang-gadang sebagai penerus usaha keluarga. Ada lagi satu keluarga, dimana anak putrinya mengalami masalah putus cinta lalu berusaha gantung diri, bisa digagalkan tetapi mengalami cacat mental. Sementara sang ibu menderita penyakit kanker. Dilain pihak, ada seseorang “preman”, jahat dalam hidupnya, dikenal sebagai bandar narkoba, tetapi panjang umurnya.
Tuhan itu Maha Agung dan Maha Kuasa. Mengapa Ia tidak campur tangan dengan kuasa-Nya yang ajaib sehingga hanya yang baik dan saleh saja yang hidup dalam Gereja sehingga kehidupan bisa lebih tentram dan damai?
Ia membiarkan kehidupan alam semesta dan alam kehidupan manusia ini terjadi. Namun akhirnya Ia memilih manusia menurut perbuatannya. Pemilihan Tuhan terjadi, ketika Ia memilih para rasul menurut yang dikehendaki, kala membagi-bagi talenta yang tidak sama, kala memanggil pekerja pada waktu yang berbeda-beda namun memberikan upah yang sama, berdasarkan kebaikannya.
Tuhan juga membiarkan “seleksi” berlangsung lewat perjalanan kodrat dan keberlangsungan alami; ada yang lahir sehat, ada yang cacat; ada yang kaya, ada yang jatuh miskin; ada yang untung, ada yang malang. Mengapa ada orang-tua meninggal yang meninggalkan anak-anaknya? Mengapa ada orang berjasa, masih muda, direnggut maut karena sakit? Yang merana, menderita, yang sakit parah mohon lekas dipanggil, dibiarkan hidup dalam penderitaan? Permainan alam, yang dibiarkan Tuhan.
Melalui perumpamaan dalam Injil hari ini, kita mendapat jawaban atas pertanyaan diatas, yaitu bahwa Gereja selalu membuka diri bagi siapapun. Seperti halnya pukat yang menangkap apapun yang ada dilaut, demikianlah Gereja tidak pilih pilih dan diskriminatif. Ia menampung yang saleh dan berdosa, yang aktif dalam hidup menggereja dan yang malas ke gereja. Dapat dibayangkan, jika kita berpikir bahwa hanya orang baik saja yang boleh ada dalam Gereja, hanya orang kaya dan sehat saja yang diberkati, barangkali kita tidak akan pernah mengenal St. Agustinus, St. Ignasius dari Loyola atau St. Maria Magdalena karena kita tahu bahwa mereka tidak menjadi “santo-santa” sejak lahir. Mereka adalah orang-orang yang “tidak baik” dimasa muda, bukan “orang suci” dari lahir namun kemurahan hati Tuhan telah mengubah hidup mereka. Oleh karena itu, perumpamaan hari ini baik jika tidak dipandang sebagai sebuah penghiburan bagi kita yang mengharapkan keadilan Tuhan atau sebuah pewartaan yang menakutkan tentang api neraka bagi para pendosa, melainkan lebih sebagai pewartaan tentang belas kasih Tuhan kepada kita.

Kita memang kerap tidak sabar terhadap “kejahatan” yang dilakukan orang-orang sekitar kita. Kita ingin agar sesegera mungkin mereka mendapat hukuman dan kita mendapat kepuasan saat menyaksikan hal itu terjadi. Atau kita sudah memvonis orang-orang yang menderita, miskin, sakit-sakitan pula sebagai hukuman dari Tuhan. Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa Allah itu murah hati dan penuh belas kasih kepada umat-Nya. Mari kita bersikap yang sama terhadap sesama.

Ya Tuhan Yesus yang mahabaik, melalui Sabda Putra-Mu hari ini, sadarkanlah umat-Mu supaya kami berkehendak menjadi “ikan yang baik” yang mau menerima kebenaran Tuhan sebagai landasan dan pedoman hidup di dalam diri kami supaya pada saat terjaring oleh “pukat-Mu” kami tidak dicampakkan dan dibuang. Dan ingatkanlah kami membagikan seluruh “harta rohani” kepada orang lain agar mereka pun dapat mengenal dan mengalami hidup dalam Kerajaan Surga. Amin.

Berkah Dalem

-Admin-

Related For Hari Biasa, Minggu Biasa XVII. “Pewartaan tentang Belas Kasih Tuhan.”