Info dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian dan Info Seputar Katolik

Menu

Tuhan Memberi Yang Terbaik

March 5, 2020 | Sejenak Eling

Di suatu desa tinggallah seorang ibu miskin bersama tiga orang anaknya. Di sebelah rumahnya, tinggal seorang nyonya yang sangat kaya, yang juga mempunyai tiga orang anak. Nyonya kaya itu sangat kikir, sehingga dia tidak pernah memberi apapun kepada orang miskin.

Suatu hari ibu yang miskin itu kehabisan roti, anak-anak kelaparan. Karena itulah dia pergi kepada nyonya kaya itu dan berkata, “Bisakah nyonya memberi saya sepotong roti untuk anak-anak saya yang kelaparan?”

Kata nyonya kaya itu, “Saya sendiri tidak punya roti, jadi bagaimana saya bisa memberimu roti?”

Kata ibu miskin itu, “Tetapi nyonya sangat kaya. Saya yakin nyonya memiliki roti dalam lemari nyonya.”

“Tidak, jika saya punya biarlah Tuhan mengubahnya menjadi batu,” kata nyonya kaya itu.

Maka ibu miskin itu pulang sambil menangis. Nyonya kaya itu berkata kepada anak-anaknya, “Sekarang mari kita menyiapkan roti dengan selai dan mentega yang enak.” Kemudian nyonya kaya itu menuju ke lemarinya untuk mengeluarkan roti. Tapi semua roti itu telah berubah menjadi batu.

“Jangan khawatir,” kata nyonya kaya itu kepada anak-anaknya. Lalu dia memberikan uang dan sebuah keranjang kepada anak-anaknya, kemudian meminta mereka untuk pergi ke tukang roti dan membeli tiga potong roti hangat.

Ketiga anak itu segera pergi, tapi lama sekali mereka belum juga kembali sehingga nyonya itu menjadi gelisah. “Mengapa kalian begitu lama?” tanyanya kepada anak-anaknya, ketika mereka kembali. Kata mereka, “Bu, keranjang roti itu menjadi begitu berat.”

Maka nyonya itu segera membuka keranjang itu dan melihat bahwa ketiga potong roti itu juga sudah berubah menjadi batu.

Dia sangat terkejut! Kemudian, dia segera pergi ke tukang roti untuk membeli roti dan kue, untuk diberikan pada perempuan miskin itu. Dia juga masih membeli tepung, daging dan mentega. Katanya ketika dia memberikan semua itu, “Ibu, saya tidak akan mementingkan diri sendiri lagi. Tuhan telah mengubah semua rotiku menjadi batu. Semoga semua itu bisa kembali menjadi roti sehingga semua anak saya bisa makan…”

Setelah itu dia pulang dan batu-batu di dalam keranjang itu berubah kembali menjadi roti. Sejak itu nyonya yang kaya itu menjadi murah hati kepada orang miskin di sekitarnya.

***

Sifat Allah yang selalu terbuka, tanggap dan bermurah hati. Ia mau memberikan apa pun pada manusia yang membutuhkannya. Ia tahu apa yang kita perlukan untuk hidup, untuk menjadi pewarta injil-Nya. Namun Ia mau supaya kita juga berusaha, bekerja, yang digambarkan dengan tiga kata : “mintalah, ketoklah, dan carilah.” Tiga kata itu menunjukkan bahwa manusia harus berusaha berinisiatif, kreatif, dan aktif, serta inovatif. Mintalah menunjukkan bahwa seorang harus rendah hati untuk mengetahui dan mengakui kekurangannya. Ketuklah menunjukkan seseorang menyapa sesamanya dan memasuki rumah kehidupannya. Carilah berarti melihat apa yang belum ditemukan dan atau apa yang hilang dalam hidup.

Mengapa permintaan kami kadang tidak dikabulkan, karena pada anak yang meminta batu, Bapa memberi roti, pada yang minta ular, diberikan ikan. Tuhan tidak mengabulkan permintaan keliru, jahat, bahaya, tetapi memberikan yang menghidupkan dan menyelamatkan. Kami akan dikabulkan, kalau kami sudah siap, membentuk hati dan budi, hingga hanya akan memilih yang baik. Kami akan dikabulkan bersama-sama, kalau kami mau mengajak, mempengaruhi sesama, untuk bersama mencari dan menemukan yang benar. Dan bila Tuhan memberi, hendaklah kami tidak lupa akan unsur kebaikan dan cinta dalam pemberian-Nya. Maka kami harus menerima dengan hati baik, digunakan untuk kebaikan dan hati cinta, untuk membagi dengan sesama.

 

Renungan Harian lainnya dapat dibaca di Sejenak Eling

Related For Tuhan Memberi Yang Terbaik