Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Hari Biasa, Minggu Biasa XXII. “Tahun Rahmat Tuhan.”

September 2, 2019 | Bacaan & Renungan

Hari Biasa, Minggu Biasa XXII. “Tahun Rahmat Tuhan.” Senin, 2 September 2019.

Bacaan Hari ini, Tahun Liturgi C

Bacaan Pertama

Surat Paulus yang pertama kepada Jemaat di Tesalonika 4:13-17a

Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Mzm 96:1.3-5.11-13
Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.

– Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa Kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
– Sebab maha besarlah Tuhan dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
– Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
– Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil

Alleluya

Luk 4:18
Roh Tuhan menyertai aku; Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 4:16-30

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.” Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Renungan

Tahun rahmat Tuhan sebagai tahun pembebasan menyeluruh. Roh Tuhan yang mengiringi kedatangan Mesias itu Roh pembebas yang membebaskan manusia dari setan, dosa, derita dan maut. Penderitaan yang bagi manusia tak tersembuhkan seperti kebutaan, tuli, kelumpuhan, karena kuasa Tuhan melulu, bisa jadi sembuh. Kuasa Tuhan semata-mata dapat membebaskan manusia dari setan dan dosa, dan sebagai tanda Mesias menyembuhkan si lumpuh, si buta, orang tuli, mengusir setan dan mengampuni dosa, serta membangkitkan orang mati. Pembebasan total ini mungkin, karena kuasa Tuhan menghentikan kuasa si Jahat. Yesus menyebut diri-Nya yang diurapi untuk menjadi Pembawa Roh : “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku.”

Orang miskin dalam arti tak berdaya apa-apa dari dirinya, hanya mengharapkan dan menggantungkan diri pada kemurahan Tuhan, itulah orang miskin yang disebut dalam pewartaan Yesus di sinagoga Nazareth (Nazara). Tercakup didalamnya orang tawanan, orang buta, dan orang tertindas. Tahun rahmat Tuhan itu tahun, dimana Tuhan untuk pertama kali dan selanjutnya bagi masa mendatang menyatakan pembebasan bagi umat manusia dari semua belenggu yang mengikat dunianya akibat dosa. Rahmat Tuhan tidak mengandaikan suatu jasa apa pun dari pihak manusia, tetapi hanya kemurahan Tuhan melulu, yang menaruh cinta dan belas-kasih, menginginkan keselamatan manusia. Bahwa Nasaret khususnya, disusul pemuka umat dan seluruh bangsa nanti menentang atau menolak; tidak akan meniadakan atau menghentikan kenyataan, bahwa tahun rahmat Tuhan sudah datang.

Berkah Dalem

Related For Hari Biasa, Minggu Biasa XXII. “Tahun Rahmat Tuhan.”