Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Hari Biasa, Minggu Biasa XVI, Pesta St.Maria Magdalena. “Serahkanlah Kebimbangan dan Keragu-raguan kita untuk Mendapat Pertolongan Allah”

July 22, 2019 | Bacaan & Renungan
Serahkanlah Kebimbangan dan Keragu-raguan kita pada Allah

Hari Minggu Biasa XVI, Pesta St.Maria Magdalena, Senin, 22 Juli 2019

“Serahkanlah Kebimbangan dan Keragu-raguan kita untuk mendapat Pertolongan Allah”

Bacaan Liturgi; Tahun Liturgi C

Bacaan I

Kid 3:1-4a

Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah

atau

2Kor 5:14-17

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Mzm 63:2-6, 8-9

Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan, ingin melihat wajah Allah.

  • Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair.
  • Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat tandus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup;bibirku akan memegahkan Dikau.
  • Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak sorai, mulutku memuji-muji.
  • Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil

Ref.Alleluya

Katakanlah Maria, engkau melihat apa? Wajah Yesusku yang hidup, sungguh mulia hingga aku takjub.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:1, 11-18

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Demikianlah Injil Tuhan.

Terpujilah Kristus

Renungan Infokatolik.id

Si Kabayan mempunyai seekor kuda jantan yang gagah. Dia sangat menyayangi kudanya itu dan tidak rela kalau ada yang meminjam kudanya itu. Suatu kali, seorang tetangganya yang kepo (artinya : suka usil, suka mencampuri urusan orang lain) datang ke tempat Kabayan bermaksud meminta bantuan kepadanya. “Kabayan, saya mau pergi ke luar kampung, tetapi kuda saya sedang sakit. Bisa tidak, saya meminjam kudamu, nggak lama deh.?, tanya tetangganya itu. Kabayan tahu, kalau orang ini suka meminjam barang kepada siapa saja makanya dia tidak berniat meminjamkan kudanya. “Sebenarnya saya berharap dapat meminjamkan kuda saya kepadamu, sahabatku,” kata Kabayan memulai untuk memberi alasan. Tetapi sayangnya, dia tidak ada disini sekarang. “Hihi…hihi…hihi… Bersamaan dengan itu terdengar dari kandang, sang kuda meringkik dengan keras dan lama. Tetangganya itu langsung paham dengan apa yang terjadi. “Ahh, payah kamu Kabayan, kamu sudah membohongi aku. Itu barusan kudamu meringkik dari kandangnya!” protes tetangganya. Namun Kabayan tidak terlihat kaget dan gugup atas desakan dan protes tetangganya itu. Lalu Kabayan menjawab : “Temanku, kamu tuh mau percaya sama Kabayan atau binatang seperti seekor kuda itu?”

Kadang ketika menghadapi suatu masalah, seseorang mengalami kebimbangan, takut salah dalam mengambil keputusan, seperti berada dipersimpangan jalan. Perlu melihat contoh orang lain dahulu, baru berani mengikuti dibelakangnya. Apa yang dialami Maria Magdalena dalam peristiwa “Makam Yesus yang terbuka” adalah sebuah bentuk keragu-raguan itu, bimbang dan, “mendua”. Ragu kalau Yesus sudah bangkit, bimbang apakah jasad Yesus hilang dicuri atau benar-benar bangkit. Namun Tuhan Yesus sendiri sangat memahami sifat “kemanusiaan” Maria Magdalena, Yesus menuntun dengan sabar sikap Maria Magdalena sampai dia menyadari dan menyakini bahwa Yesus sudah bangkit. Kesadaran Maria Magdalena tentu dinyakini karena pertolongan Allah sendiri, Allah yang berinisiatif untuk menyadarkan Maria Magdalena, dengan sapaan “personal”. Memanggil nama, “Maria”, oleh seorang guru yang begitu dihormati dan disayangi, menjadi sebuah “sengatan” yang langsung menyadarkan. Demikianlah juga, iman kepercayaan kita akan kebangkitan Kristus, Yesus yang bangkit dari kematian, adalah bukan semata dan pertama dari pemahaman pribadi kita, namun semuanya berawal dari rahmat Allah sendiri. Marilah kita selalu berpaling dan memandang hanya pada Allah kita, membiarkan diri kita untuk dikasihi dan diselamatkan Tuhan. Biarlah Tuhan menyapa kita secara personal, seperti kepada Maria Magdalena.

Berkah Dalem

-Admin-

Related For Hari Biasa, Minggu Biasa XVI, Pesta St.Maria Magdalena. “Serahkanlah Kebimbangan dan Keragu-raguan kita untuk Mendapat Pertolongan Allah”