Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

IBADAT JUMAT AGUNG, “MENGENANG SENGSARA TUHAN”

April 10, 2020 | Bacaan & Renungan

IBADAT JUMAT AGUNG
MENGENANG SENGSARA TUHAN
Katedral Jakarta, 10 April 2020

PENGANTAR

Hari ini Gereja mengenang sengsara Tuhan. Inilah puncak cinta Allah, yang telah menghampakan diri-Nya, mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan dosa. Pengorbanan-Nya membawa kita semua kepada hidup baru sebagai anak-anak Allah yang mau berbelarasa bagi sesama yang membutuhkan.

I. RITUS PEMBUKA

Doa Pembuka

I : Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang Maha Pengasih dan Penyayang, dosa telah membawa kami kepada kekelaman maut. Tetapi berkat sengsara Putra-Mu, kami Kaubebaskan dari kekelaman itu. Curahkanlah rahmat-Mu dan lahirkanlah kami kembali sebagai manusia baru, agar menjadi serupa dengan Kristus. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami yang bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.
U : Amin.

II. LITURGI SABDA

BACAAN PERTAMA

Pembacaan dari Kitab Yesaya (Yes 52:13 – 53:12)

Beginilah firman Tuhan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia – rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi, – demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada di dalam mulutnya.

Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara para pemberontak, sekalipun Ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Demikianlah sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ulangan: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu ‘ku percayakan jiwaku.

Ayat :
1. Pada-Mu ya Tuhan aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.

2. Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.

BACAAN KEDUA

Pembacaan dari Surat kepada umat Ibrani (Ibr 4:14-16; 5:7-9)

Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah. Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita! Sebaliknya Ia sama dengan kita! Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil

Ulangan: Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.

Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Dia; Nama yang paling luhur dianugerahkan kepada-Nya.

BACAAN INJIL (Passio dibacakan)

Inilah kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Yohanes (Yoh 18:1 – 19:42)

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?” Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.” Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.” Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?” Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia. Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar; dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.”

Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar, tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: “Bukankah engkau juga murid orang itu?” Jawab Petrus: “Bukan!” Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka. Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?” Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu. Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya: “Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?” Ia menyangkalnya, katanya: “Bukan.” Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: “Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?” Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.

Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?” Jawab mereka kepadanya: “Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!” Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.” Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?” Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?” Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?” Mereka berteriak pula: “Jangan Dia, melainkan Barabas!” Barabas adalah seorang penyamun. Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Lalu mereka menampar muka-Nya. Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!” Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: “Salibkan Dia, salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.” Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: “Dari manakah asal-Mu?” Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.” Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.” Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata. Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!” Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!” Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.

Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani. Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: “Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.” Jawab Pilatus: “Apa yang kutulis, tetap tertulis.” Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci : “Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar, maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.” Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Sesudah itu Yusuf dari Arimatea, ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi, meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

Demikianlah Kisah Sengsara Tuhan kita.
U : Terpujilah Kristus.

Homili Singkat (Kardinal Ignatius Suharyo)

Saudari-saudara terkasih, kisah panjang yang baru saja kita dengarkan, diawali dengan pengantar : “Inilah kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus”. Kalau kita teliti menyimaknya, sebetulnya yang kita dengarkan bukan pertama-tama kisah sengsara, tetapi kisah keagungan kasih Tuhan. Oleh karena itu hari ini tidak disebut jumat sengsara tetapi Jumat Agung.

Di dalam kisah tadi tidak ada peristiwa yang diceritakan “Yesus ditangkap” seperti seorang pesakitan. Yang diceritakan adalah “Yesus menyerahkan diri”. Ketika dihina, ditampar, Dia diam, seolah-olah bertanya kepada kita; “Siapa yang lebih bermartabat? Yang melakukan kekerasan atau yang diperlakukan tidak adil? Dan lagi ketika Ia wafat, Ia berkata, “Sudah selesai”. Apa yang selesai? Yang selesai adalah tugas perutusanNya, menyatakan bahwa “Allah adalah Kasih”.

Kita lalu ingat akan kata-kata Yesus, “Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya”. Atau sabda lain, ketika Yesus berkata, “Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”.

Sambil berharap untuk menerima buah-buah penebusan secara melimpah, marilah kita haturkan doa-doa kita.

Doa Umat Meriah (didoakan oleh imam selebran)

Untuk Gereja Kudus
I : Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa bagi Gereja kudus Allah, supaya Allah dan Tuhan kita berkenan menganugerahkan damai kepadanya, mempersatukan dan melindunginya di seluruh dunia dan supaya Ia membantu kita memuliakan Allah Bapa yang Mahakuasa dalam suasana hidup yang tenang dan damai.

I : Allah yang Mahakuasa dan kekal, dalam diri Kristus, Engkau telah menyatakan kemuliaan-Mu kepada segala bangsa. Lestarikanlah karya kerahiman-Mu, agar Gereja-Mu yang tersebar di seluruh dunia tetap mengakui nama-Mu dengan iman yang teguh. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Untuk Bapa Suci
I : Marilah berdoa pula untuk Bapa Suci kita FRANSISKUS supaya Allah dan Tuhan kita, yang telah memilih dia menjadi Uskup, bagi Gereja Kudus-Nya, memberi dia kesehatan dan kekuatan, untuk memimpin umat kudus Allah.

I : Allah Yang Mahakuasa dan kekal, segala sesuatu terjadi atas penyelenggaraan-Mu. Sudilah mendengarkan doa-doa kami, dan dengan kasih sayang-Mu, lindungilah imam agung yang telah Engkau pilih bagi kami. Semoga umat Kristiani yang Engkau percayakan kepada penggembalaan-nya, berkembang dalam iman. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Untuk Para Pelayan Gereja dan Segala Lapisan Umat
I : Marilah kita berdoa bagi Uskup kita, IGNATIUS KARDINAL SUHARYO, dan bagi semua uskup, imam, diakon serta sekalian pelayan Gereja. Bagi pengurus Dewan Paroki, pengurus Wilayah dan Lingkungan, Seksi, Kelompok Kategorial, dan segenap umat beriman.

I : Allah yang Mahakuasa dan kekal, dengan Roh-Mu Engkau menguduskan dan memimpin Gereja. Semoga berkat bantuan rahmat-Mu, mereka mengabdi Engkau dengan setia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Untuk Para Calon Baptis dan Baptisan Baru
I : Marilah berdoa pula bagi calon baptis dan baptisan baru. Semoga Allah Bapa membuka pintu hati dan budi mereka terhadap sabda dan belas kasihNya dan berkat kerahiman-Nya membasuh mereka dari segala dosa sehingga dapat hidup dalam Yesus Kristus, Tuhan Kita.

I : Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau selalu menyuburkan Gereja dengan anggota-anggota baru. Sudilah menyuburkan perkembangan iman dan pengetahuan para calon baptis dan baptisan baru, supaya melalui kelahiran kembali lewat bejana pembaptisan, mereka dihimpun menjadi anak-anak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Untuk Para Pemimpin Negara
I : Marilah kita berdoa pula untuk semua pemimpin Negara.
Supaya Allah dan Tuhan kita menerangi hati dan budi mereka, sehingga mereka mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, menegakkan kebenaran, perdamaian dan keadilan demi kesejahteraan bagi seluruh umat manusia seturut kehendakNya.

I : Allah yang Mahakuasa dan kekal, sudilah mendampingi para pemimpin negara, supaya berkat bantuan-Mu di seluruh dunia terjaminlah kesejahteraan bangsa-bangsa, kepastian kedamaian, dan kebebasan beragama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Untuk Mereka yang Menderita dalam Masa Pandemi Covid-19
I : Marilah kita berdoa bagi mereka yang menderita karena dampak pandemi saat ini, agar Allah Bapa memberikan kesehatan kepada yang sakit, kekuatan kepada orang yang merawat mereka, penghiburan bagi para keluarga dan keselamatan bagi semua korban yang telah meninggal.

I : Allah yang kekal dan Mahakuasa, satu-satunya penyokong kelemahan insani kami, pandanglah dengan bela rasa kondisi anak-anak-Mu yang menyedihkan, yang menderita karena pandemi ini, ringankanlah penderitaan mereka yang sakit, berikanlah kekuatan kepada orang yang merawat mereka, terimalah ke dalam damai-Mu mereka yang telah meninggal. Dan selama pandemi ini, karuniakanlah rahmat-Mu agar kami semua dapat menemukan penghiburan dalam kasih-Mu yang Rahim. Melalui Kristus, Tuhan kami. Amin

Untuk Saudara-Saudari yang Menderita
I : Saudara-Saudari yang terkasih, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, supaya Ia membersihkan dunia dari kesesatan, melenyapkan penyakit, menjauhkan kelaparan, membuka penjara, mematahkan belenggu, melindungi musafir, mengantar pulang pengungsi, menyembuhkan orang sakit dan menyelamatkan orang yang meninggal.

I : Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau menghibur yang berduka dan menguatkan yang menderita. Kiranya jeritan semua orang yang tertimpa kesusahan apa pun sampai ke hadirat-Mu. Semoga semua yang berada dalam kesesakan bersukacita oleh belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

III. UPACARA PENGHORMATAN SALIB

Pembukaan Selubung Salib
Lagu: Lihatlah kayu salib (PS 505)

I : Lihatlah kayu salib, di sini tergantung Kristus, Penyelamat dunia.
U : Mari kita bersembah sujud kepada-Nya.

Penghormatan Salib
Setelah melakukan penghormatan salib secara bergantian, imam kembali ke altar. Umat di rumah dapat melakukan penghormatan salib. Dapat diiringi instrumen.

IV. KOMUNI BATIN

Bapa Kami

Embolisme
I : Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami Yesus Kristus.
U : Sebab Engkaulah Raja, yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

Kemudian imam mengangkat hosti sambil berkata:

I : Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.
U : Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya. Tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Komuni

Doa Komuni Batin

Yesus-ku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku,
Seolah-olah Engkau telah datang,
aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;
Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.

Doa Sesudah Komuni

I : Marilah berdoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, pandanglah kami yang menghadap Engkau dengan tangan kosong. Kami berada di dunia yang penuh kebencian dan perselisihan, kelaliman dan kesedihan. Bebaskanlah kami dari semuanya itu berkat daya cinta kasih yang lebih kuat dari Kristus Putra-Mu yang berkenan menjadi Hamba penderita karena kami. Dialah satu-satunya harapan dan cahaya hidup kami. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin

V. DOA PENUTUP

Doa Berkat
I : Allah Bapa sumber segala rahmat dan penghiburan, turunkanlah berkat berlimpah ke atas umat-Mu ini, yang telah mengenangkan wafat Putra-Mu sambil mengharapkan kebangkitan-Nya; berikanlah pengampunan, anugerahkanlah penghiburan, kesehatan, tumbuhkanlah iman yang kudus, berikanlah jaminan penebusan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

Imam dan petugas liturgi keluar tanpa iringan lagu atau instrumen apapun. Suasana hening.

Bacaan Kitab Suci dan Renungan lainnya dapat dibaca di Bacaan & Renungan

Related For IBADAT JUMAT AGUNG, “MENGENANG SENGSARA TUHAN”