Info dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian dan Info Seputar Katolik

Menu

Renungan Harian Katolik Kamis, 12 Agustus 2021

August 9, 2021 | Bacaan & Renungan

Renungan Harian Katolik Kamis, 12 Agustus 2021

Pesta Santa Yohana Frasiska dari Chantal

 

Renungan harian katolik untuk hari  ini, marilah kita mempersiapkan diri dan hati kita

Renungan Harian Katolik Kamis, 12 Agustus 2021

Bacaan Pertama     Yosua Bab 3 : ayat 7 – ayat 10a. ayat 11. ayat 13 – ayat 17

Renungan harian katolik hari ini  Pembacaan dari Kitab Yosua:

Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.” Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu.” Lagi kata Yosua: “Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu: sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.
Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.” Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu?sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai? maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

 

Mazmur Tanggapan     Mazmur  114:1-6

Alleluya

  • Pada waktu Israel keluar dari Mesir, kaum keturunan Yakub dari bangsa yang asing bahasanya,
    maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya, Israel wilayah kekuasaan-Nya.
  • Laut melihatnya, lalu melarikan diri, sungai Yordan berbalik ke hulu.
    Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba.
  • Ada apa, hai laut, sehingga engkau melarikan diri, hai sungai Yordan, sehingga engkau berbalik ke hulu,
    hai gunung-gunung, sehingga kamu melompat-lompat seperti domba jantan, hai bukit-bukit, sehingga kamu seperti anak domba?

 

Bait Pengantar Injil   Mazmur Bab 119 : ayat 135

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

 

Bacaan Injil              Matius Bab 18 : ayat 21 –  Bab 19 : ayat 1

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius :

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan Harian Katolik Singkat

Yesus mengajari kita untuk mengampuni 70 kali 7 kali, ini bukan berarti (70×7) kali = 490 kali, tapi lebih kepada (70x7x…..) yang dalam matematika bisa berarti infinity atau tanpa batas. Jadi maksud Yesus di sini, bahwa kita harus mengampuni siapapun tanpa batas/infinity sampai kapanpun. Di sini Yesus memberikan perumpamaan tentang hamba yang berhutang sangat banyak. Gambaran Tuan dalam perumpamaan ini ialah Allah, dan kita hamba-Nya. Sedangkan hutang adalah kesalahan/dosa.

Dari perumpamaan ini kita diajarkan bahwa Allah itu berbelas kasih. Dia bukan Tuan yang kejam, yang memaksa hambaNya untuk membayar semua dosa dan kesalahannya. Melainkan la mengampuni kita dan sebagai Citra-Nya kita diharapkan untuk menjadi serupa dengan-Nya, khususnya dalam hal mengampuni. Jika Allah kita bukan Allah Yang Maha Rahim, seumur hidup kita pun, tidak akan cukup untuk membalas segala kebaikan-Nya.

Allah menginginkan kita untuk menjadi serupa dengan-Nya. Yesus yang adalah Tuhan, rela memaafkan semua serdadu yang menyiksa diri-Nya, masa kita, umat-Nya, tidak mau memaafkan sesama yang menyakiti kita??

 

Doa Renungan Harian Katolik

Tuhan Yesus, lembutkanlah hati kami agar kami mudah dalam mengampuni seseorang yang menyakiti kami. Amin

 

Demikianlah renungan harian katolik hari ini.  Untuk meningkatkan kesiapkan kita sambilah kita berdoa yang tersedia disini  kumpulan doa 

 

Related For Renungan Harian Katolik Kamis, 12 Agustus 2021