Info dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian dan Info Seputar Katolik

Menu

Orang Yang Aneh

April 19, 2020 | Sejenak Eling

Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian, melakukan perjalanan ke pedalaman Afrika sekitar Gurun Sahara dan mengajak beberapa orang asli Afrika sebagai penunjuk jalan. Ketika matahari hampir terbenam, orang-orang Afrika itu memaparkan tikar di atas pasir dan mulai berdoa.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya ilmuwan itu.

“Kami sedang berdoa.”

“Kepada siapa?”

“Kepada Tuhan.”

“Sudahkah kamu melihat atau menyentuh atau merasakan Dia?”

“Belum”

“Kalau begitu, kamu bodoh!”

Keesokan harinya ilmuwan itu keluar dari tenda, dia melihat jejak-jejak kaki binatang di sekitar tenda itu, dan berkata, “Ada seekor Unta di sini kemarin malam.”

Orang-orang Afrika itu memandangnya dan bertanya, “Apakah kamu melihatnya atau menyentuhnya atau merasakannya?”

“Tidak”

“Kalau begitu, kamu seorang ilmuwan yang sungguh aneh?”

“Tetapi kalian bisa melihat jejak kakinya di sekitar tenda”

Saat itu matahari sedang terbit dengan segala kebesarannya dan orang-orang Afrika itu menunjuk ke arah matahari itu dan berkata, “Lihatlah, itu jejak kaki dari Tuhan”.


***

Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. Catatan Injil Yohanes (Yoh 20:19-31) ini, diperuntukkan bagi kita semua. Umat yang kemudian datang, bukan lagi sebagai saksi mata kehidupan Yesus atau kebangkitanNya. Mereka ini dijuluki “bahagia”. Bahagia karena tidak berdasarkan diri pada pengalaman indra (melihatNya atau menyentuhNya atau merasakanNya). Betapa banyak orang yang mengagumi Yesus karena ajaranNya, merasa diuntungkan karena boleh menyaksikan mukjizat-mukjizatNya, ikut bersorak-sorai memuji “Hosana”, pada peristiwa Minggu Palma. Tetapi banyak orang itu tidak menjadi percaya dan yang memuji “Hosana” tadi tidak kurang kemudian berteriak “salibkanlah Dia”. Emosi massa tidak dapat diperhitungkan. Kesan dari indra itu begitu cepat meluap, gampang berubah kemudian luntur. Iman yang tercampur dengan pengalaman, penglihatan lahir, terbukti tidak kokoh akarnya. Ketika semua murid lari pada waktu Kristus menjalani kisah sengsara, namun sebaliknya berapa banyak martir, yang meskipun tidak menjadi saksi mata, namun atas dasar percaya berani membela iman dengan hidupnya.

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”


Renungan Harian lainnya dapat dibaca di Sejenak Eling

Related For Orang Yang Aneh