Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Semangat Berbagi

May 27, 2020 | Sejenak Eling

Seorang kakek berusia 75 tahun memenangkan undian sebesar seratus lima puluh triliun rupiah. Keadaan jantungnya tidak begitu baik dan keluarganya takut jika berita kemenangan itu akan terlalu mengejutkan dia sehingga dia lalu mati karenanya. Karena itu mereka memanggil seorang pastur dan minta petunjuknya. Pastur itu mendekati kakek itu dan bertanya jika dia memenangkan undian sebesar seratus lima puluh triliun rupiah, apa yang akan dilakukan.

Kakek itu berkata, “Saya akan memberi kepada pastor dan gereja setengah dari jumlah uang itu.”

Mendengar itu sang pastur tersungkur dan meninggal seketika.

***

Peristiwa dimana Yesus memberikan roti kepada para murid dalam mukjizat penggandaan roti dan ikan untuk memberi makan lima ribu orang adalah sebuah Mukjizat, ini bukanlah trik sulap. Yesus percaya kepada Bapa, bahwa kelima roti itu tidak pernah habis. Melalui kisah itu, Yesus juga sedang mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk selalu memberi, walau dalam keterbatasan.

“Apa pun yang kita miliki dapat menghasilkan buah jika kita memberi dengan kerendahan hati,” ini adalah kata-kata wejangan yang disampaikan oleh Bapa Suci, Paus Fransiskus dalam sebuah homilinya. Dalam Ekaristi, umat mengimani bahwa “Allah sendiri hadir dalam rupa roti” dan memberikan diri-Nya bagi manusia. Allah yang memberikan diri-Nya kepada kita mengajak kita untuk membagi berkat yang sama kepada orang lain.

Kita juga diajak untuk melihat realitas kehidupan manusia saat ini, banyak yang lapar akan cinta dan perhatian. Tak sedikit yang lanjut usia hidup dalam kesepian karena tidak diperhatikan anak- anaknya. Sementara di sisi lain, begitu banyak orang muda yang sibuk mencari nafkah, mengejar impian mereka dan menjadi individualistis.

Memberi adalah salah satu bagian karakteristik utama kristiani, yaitu kasih. Dengan memberikan sebagian milik kita kepada mereka yang membutuhkan bantuan, kita memenuhi salah satu dari hukum utama dan terutama, yaitu mengasihi sesama kita sama seperti diri sendiri. Pemberian itu harus dilakukan dengan rela. Sebab mungkin saja kita melakukannya untuk memperoleh pujian. Godaan itu dapat menjebak kita terjatuh dalam dosa.

Tuhan hadir ke tengah kita dan menganugerahkan berkat-Nya bagi umat manusia. Dia mengajak kita untuk berani berbagi kepada sesama. Seperti Yesus yang telah membagi diri-Nya bagi kita, hendaknya kita juga berbagi berkat bagi sesama, terutama kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Renungan Harian lainnya dapat dibaca di Sejenak Eling

Related For Semangat Berbagi