Info Katolik

Aneka Info Seputar Katolik

Menu

Lapar Akan Roti Dunia

April 30, 2020 | Sejenak Eling

Seorang tukang cukur sedang melewati sebuah pohon yang angker ketika ia mendengar suara yang berkata, “Apakah kamu mau memiliki tujuh guci penuh emas?” Dia memandang ke sekitar dan tidak melihat seorang pun. Tapi rasa tamaknya muncul, maka ia dengan senang berkata, “Ya, saya mau.”

Kata suara itu, “Kalau begitu segeralah pulang. Kamu akan menemuinya di sana.”

Tukang cukur itu segera lari pulang ke rumah. Di sana ia melihat ada tujuh guci, semuanya penuh emas, kecuali salah satunya yang hanya setengah penuh. Melihat ini tukang cukur itu ingin sekali memenuhi guci yang satu itu.

Dia pun mencairkan semua perhiasan keluarganya dan mengisinya ke dalam guci itu. Tapi guci itu tetap berisi setengah seperti sebelumnya. Hal ini mengecewakan! Ia pun menghemat sehingga membuat dirinya sendiri dan keluarganya kelaparan. Semuanya itu sia-sia. Meski sudah sekian banyak emas yang ia masukkan ke dalamnya, tapi guci itu tetap berisi setengah.

Karena itulah pada suatu hari, ia memohon agar raja menaikkan gajinya. Maka gajinya pun dinaikkan dua kali lipat. Sekali lagi ia berusaha memenuhi guci itu. Ia bahkan mengemis. Tapi guci itu menelan semua emas dan tetap berisi setengah.

Sekarang raja mulai melihat bahwa tukang cukurnya itu mulai tampak menyedihkan dan kelaparan. “Apa masalahmu?” tanyanya. “Dahulu ketika gajimu masih kecil, kamu begitu senang dan puas. Sekarang, setelah gajimu dinaikkan dua kali lipat, kamu tampak begitu lelah dan kecewa. Apakah kamu memiliki tujuh guci di rumahmu?”

Tukang cukur itu begitu terkejut, “Siapa yang memberi tahu engkau, tuanku?”

Raja itu tertawa, “Semua ini adalah gejala-gejala dari orang yang ditawari oleh setan tujuh guci. Dia dahulu menawarkan kepadaku. Saya bertanya apakah uang itu bisa digunakan atau hanya bisa disimpan dan setan itu segera lenyap tanpa berkata apa-apa. Uang dalam guci itu tidak bisa digunakan. Ia hanya menimbulkan dorongan untuk menyimpannya. Pergi dan kembalikanlah guci-guci itu kepada setan dan kamu pun akan segera bahagia lagi.”

***

Dalam perjalanan iman, Tuhan tidak membiarkan manusia memahami kebenaran itu sendirian. Ia memberikan Roh Kudus untuk menjadi penolong manusia. Hal ini dapat membantu kita untuk semakin menyelami rencana dan kehendak Tuhan atas hidup kita. Kadang manusia menganggap bahwa kehidupan dunia adalah kenikmatan segala-galanya, manusia hanya mengejar kepenuhan makanan duniawi saja, padahal semua itu hanyalah tipuan serta rekayasa setan dan kebebalan manusia sendiri untuk memalingkan manusia dari memahami kehendak Allah.

Yesus, Sang Putera Allah adalah roti hidup yang turun dari surga. Ia menawarkan dan memberikan jaminan keselamatan kepada kita sejauh kita mau bersatu dengan-Nya. Yesus menyediakan jalan bagi kita untuk bersatu dengan-Nya yakni, melalui Ekaristi. Dengan menyantap tubuh-Nya, kita dipersatukan dengan Dia.
Gereja mengimani bahwa Yesus Kristus hadir secara sungguh-sungguh, nyata dan subtansial dalam Ekaristi. Kehadiran-Nya kita alami dalam rupa roti dan anggur ekaristi. Maka, dengan menyantap tubuh darah Kristus, kita mengalami kesatuan dengan-Nya dan dengan itu pula kita akan hidup selama-lamanya.

Renungan Harian lainnya dapat dibaca di Sejenak Eling

Related For Lapar Akan Roti Dunia