Info dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian dan Info Seputar Katolik

Menu

Renungan Harian Katolik Selasa, 2 Februari 2021

January 31, 2021 | Bacaan & Renungan

Renungan Harian Katolik Selasa, 2 Februari 2021

Renungan harian katolik : Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

 

Renungan harian katolik untuk hari senin ini, marilah kita mempersiapkan diri dan hati kita

Renungan Harian Katolik Senin, 2 Februari 2021

 

Bacaan Pertama        Maleakhi Bab 3 : ayat 1 – ayat 4

Pembacaan dari Nubuat Maleakhi untuk renungan harian katolik hari ini :

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

 

Mazmur Tanggapan      Mazmur 24:7.8.9.10

Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan.

  • Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
  • “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!”
  • Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
  • “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela

 

Bacaan Kedua Kedua     Ibrani Bab 2 : ayat 14 – ayat 18

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani untuk renungan harian katolik hari ini :

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Bait Pengantar Injil     Lukas Bab 2 : ayat 32

Dialah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemulian bagi umat-Mu, Israel.

 

Bacaan Injil               Lukas Bab 2 : ayat 22 – ayat 40

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas :

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan Harian Katolik Singkat

Pada hari ini kita merayakan Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Perayaan yang umumnya dirayakan terhadap 40 hari setelah kelahiran Yesus (Natal) ini mendambakan lebih mengajak kita untuk mengakui bahwa Kristus sang Terang yang udah hadir ke dunia untuk membawa keselamatan bagi manusia.

Dalam Injil sangat mengetahui dikatakan bahwa Yesus merupakan terang yang jadi pernyataan bagi bangsa bangsa. Yesus ditentukan untuk menjatuhkan & menghidupkan banyak orang dan juga dari sinyal yang mengakibatkan perbantahan.

Pernyataan Simeon ini bukan sekedar ramalan biasa namun sesungguhnya sungguh bahwa Yesus merupakan terang bagi dunia. Selain itu kehadiran Yesus pun jadi perbantahan bagi sebagian group terhadap kala itu perumpamaan group pakar taurat dan group orang saduki.

Yesus yang jadi manusia sungguh mendambakan merasakan keadaan manusia yang mudah jatuh dalam godaan Iblis sebagaimana dikatakan dalam surat terhadap orang Ibrani dalam bacaan II.

Yesus menghadirkan Kasih Karunia yang mendamaikan dosa dunia, berarti Yesus hadir membawa pesan perdamaian bagi dunia & mengajak kita seluruh pengikut-Nya untuk berani memperjuangkan perdamaian dunia lewat aneka sikap terhitung sikap simple yaitu tidak menyebarkan HOAX dan fitnah yang sanggup mengakibatkan perpecahan dan konflik.

Yesus hadir pula untuk sungguh memurnikan kehidupan kita seperti emas & perak agar hidup kita merupakan persembahan punya nilai di hadapan Allah sebagaimana dikatakan dalam bacaan I.

Nah sekarang kembali ke diri kita, apakah kita senang terima kehadiran Yesus dalam hidup & hati kita? Apakah kita senang Yesus bekerja memurnikan hidup kita? Apakah kita senang diselamatkan?

Semua keputusan tersedia di diri kita. Kehadiran Yesus udah nyata untuk keselamatan kita. Apakah kita tetap tetap menghambakan terhadap setan yang membawa maut ataukah bertobat & terima kehadiran Tuhan dalam hati kita?

Doa Renungan Harian Katolik Hari Ini

Tuhan Yesus Kristus, tuntunlah kami ke jalan yang baik dan benar, siapkanlah hati kami untuk menjadi tempat-Mu kapan pun dan dimana pun. Amin.

 

Demikianlah renungan harian katolik hari ini Untuk meningkatkan kesiapkan kita sambilah kita berdoa yang tersedia disini  kumpulan doa 

 

Related For Renungan Harian Katolik Selasa, 2 Februari 2021